Berita

PMII Desak Pemerintah Usir Freeport Dari Indonesia

SENIN, 14 DESEMBER 2015 | 16:50 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) menolak dengan tegas perpanjangan kontrak PT. Freeport Indonesia. Keberadaan Freeport sejak tahun 1967 terbukti sangat merugikan negara dan hanya dinikmati keuntungannya oleh negara asing.

"Kami mendesak Pemerintah Indonesia untuk mengusir PT. Freeport dari Indonesia dan melakukan nasionalisasi aset asing di Indonesia. Hal ini perlu dilakukan untuk menegaskan kedaulatan dan kemandirian bangsa dan negara," kata Sekretaris PB PMII, Yakin Simatupang, Senin (14/12).

Menurutnya, sidang etik MKD DPR soal "papa minta saham" merupakan dagelan dan upaya pengalihan isu. Pemerintah dan masyarakat harus fokus kepada substansi permasalahan tentang Freeport. Jangan sampai terjebak oleh permainan yang disetting untuk mengalihkan substansi permasalahan yang sebenarnya.


Yakin Simatupang menegaskan pemerintah jangan sampai dikendalikan oleh kepentingan asing dan dikuasai oleh para mafia. Ia menembahkan, Pemerintahan Jokowi harus tegas terhadap bentuk neo imperialisme yang dimainkan oleh negara asing dan harus mengutamakan serta menegaskan kedaulatan bangsa.

"Konsep Nawacita harus direalisasikan dalam bentuk perlawanan terhadap kepentingan asing yang mencoba menguasai dan menodai kedaulatan ekonomi negara," ungkapnya.

Terakhir, lanjut Yakin Simatupang, seluruh elemen terkait dan para stakeholder Repuklik Indonesia jangan pernah membuat gaduh dan harus selalu menjaga stabilitas negara. Kemandirian dan kedaulatan republik tidak akan pernah terwujud jika internal pemerintahan dan legislatif terjebak dengan permainan pihak asing yang akan merongrong kedaulatan negara.

"PMII berkomitmen secara penuh mengawal kedaulatan dan kemandirian bangsa Indonesia dan akan melawan segala bentuk neo imperialisme," tutupnya. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Ombudsman RI Pelototi Tata Kelola Haji

Kamis, 23 April 2026 | 10:15

Kemlu Protes Spanduk "Rising Lion" Israel di RS Indonesia Gaza

Kamis, 23 April 2026 | 10:06

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan ke Rp17.274 per Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 09:21

Kisah Epik Sang ‘King of Pop’: Film Biopik Michael Resmi Menggebrak Bioskop Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:18

Ketua KONI Ponorogo Sugiri Heru Sangoko Dicecar KPK Soal Pemberian Fee ke Sudewo

Kamis, 23 April 2026 | 09:15

MUI Minta Jemaah Haji Doakan Pemimpin Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:14

Bursa Asia Menguat: Nikkei Cetak Rekor

Kamis, 23 April 2026 | 09:07

Harga Minyak Kembali Tembus 100 Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 08:58

Wall Street Perkasa Berkat Donald Trump

Kamis, 23 April 2026 | 07:41

Pentagon Pecat Petinggi Angkatan Laut John Phelan di Tengah Gencatan Senjata

Kamis, 23 April 2026 | 07:25

Selengkapnya