Berita

foto: humas mpr

Lewat Pagelaran Wayang, Ana Mu'awanah Berpesan Agar Nilai Pancasila Tetap Dijaga

MINGGU, 13 DESEMBER 2015 | 14:47 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. MPR RI kembali menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR melalui Pagelaran Seni Budaya Wayang Kulit semalam suntuk, bertempat di Halaman Kecamatan Kenduruan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu malam (12/12).

Ratusan masyarakat Kenduruan yang memang sudah rindu akan hiburan wayang kulit telah memenuhi tempat acara sebelum acara dimulai. Pagelaran kali ini sengaja dilaksanakan di Kenduruan yang merupakan kecamatan paling selatan di Kabupaten Tuban dikarenakan masyarakatnya berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah ini yang sangat menginginkan untuk diberikan sosialisasi empat pilar setelah sebelumnya hanya masyarakat daerah di Kota Kabupaten saja yang menerimanya.
Dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang kemudian dilanjutkan dengan doa menandai dimulainya acara pembukaan pagelaran wayang kulit di kabupaten tempat Sunan Bonang dimakamkan.

Acara dilanjutkan dengan sambutan Bupati Tuban yang diwakili oleh Asisten Sekda bidang Perekonomian Sulistyadi. Dalam sambutannya Didit mengatakan ucapan terima kasihnya kepada MPR yang telah menyelenggarakan wayang kulit di Kota Bumi Wali, Kota Tuban. Lebih lanjut Didit mengungkapkan bahwa Kecamatan Kenduruan ini merupakan salah satu dari dua puluh kecamatan di Tuban. Dengan adanya pagelaran wayang kulit ini Didit berharap masyarakat yang menyaksikan dapat menerima sosialisasi yang disampaiakan oleh dalang tentang empat pilar yaitu Pancasila, UUD NRI 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika.

Acara dilanjutkan dengan sambutan Bupati Tuban yang diwakili oleh Asisten Sekda bidang Perekonomian Sulistyadi. Dalam sambutannya Didit mengatakan ucapan terima kasihnya kepada MPR yang telah menyelenggarakan wayang kulit di Kota Bumi Wali, Kota Tuban. Lebih lanjut Didit mengungkapkan bahwa Kecamatan Kenduruan ini merupakan salah satu dari dua puluh kecamatan di Tuban. Dengan adanya pagelaran wayang kulit ini Didit berharap masyarakat yang menyaksikan dapat menerima sosialisasi yang disampaiakan oleh dalang tentang empat pilar yaitu Pancasila, UUD NRI 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika.

Didit juga menyampaikan terima kasih kepada segenap masyarakat Tuban yang telah menyukseskan pesta demokrasi Pilkada serentak yang beberapa hari lalu digelar.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Pimpinan Fraksi PKB MPR, Ana Mu'awanah yang dalam kesempatan ini mewakili Pimpinan MPR. Dalam sambutannya Ana menyampaikan bahwa MPR menyosialisasikan empat pilar MPR yaitu Pancasila sebagai Ideologi negara, UUD NRI Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara dalam berbagai metode. Seperti seminar, simposium, outbond, ToT, dialog di TV dan pagelaran seni budaya seperti pgelaran malam ini.

"Kita harus bersyukur karena Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau dan ratusan suku bangsa dan bahasa dapat tetap bersatu," kata Ana menjelaskan seperti dilansir dari Humas MPR, Minggu (13/12).

Ana mencontohkan seperti di Inggris dan Perancis yang hanya mempunyai satu bahasa saja. Dalam pagelaran wayang kulit kali ini Ana berharap masyarakat yang hadir dapat menerapkan nilai-nilai Pancasila seperti ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah dan keadilan untuk menjaga keutuhan Indonesia.

Lakon Satria Pinilih yang dimainkan oleh dalang Ki Sigid Ariyanto dari Rembang ini mengisahkan tentang negeri kayangan yang sedang dilanda kerusuhan, yang didalangi oleh kala pracana dan anak buah, singkat cerita setelah kayangan porak poranda, para dewa bingung dan mencari kesatria yang dapat melindungi serta menjaga ketentraman kayangan, hingga akhirnya diadakan sayembara untuk memilih kesatria pemberani.

Pagelaran yang dipenuhi sesak oleh penonton ini juga dihadiri oleh Didik Mukrianto Pimpinan Fraksi Partai Demokrat MPR RI, Wihadi Wiyanto Pimpinan Fraksi Partai Gerindra MPR RI, Kapolres Tuban, SKPD dan Forkompinda Tuban dan para Camat se-Tuban.‎ [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

UPDATE

Adab di Atas Selebrasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 04:12

Belgia vs Mesir Berbagi Skor 1-1

Selasa, 16 Juni 2026 | 04:10

Pidato Bernuansa Sindiran Berpotensi Memicu Reaksi Balik Publik

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:39

Membongkar Skandal #SellIndonesia, Hebatnya Rupiah Menguat

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:19

Edura School Jawab Tantangan Guru di Era Digital

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:03

SEI Bongkar Dampak Kebijakan Batu Bara Bahlil: Pasokan Tersendat, Listrik Alami Gangguan!

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:37

Mahfud MD: UU Polri Abaikan Komisi Reformasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:24

ART Indonesia Disiksa Mirip Samsak Tinju di Malaysia

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:01

Kerja Prabowo Sudah Bagus, tapi Jangan Pidato Meledek Lagi

Selasa, 16 Juni 2026 | 01:29

Sambut 1 Muharam Setop Saling Fitnah dan Provokasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 01:25

Selengkapnya