Berita

muhammad/net

Politik

PILKADA SERENTAK 2015

Ketua Bawaslu Larang Jajarannya 'Nongkrong' Di Warung Kopi

SELASA, 01 DESEMBER 2015 | 10:53 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

RMOL. Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Muhammad melarang seluruh bawahannya dari tingkat Bawaslu RI hingga Panwaslu kabupaten/kota untuk membiasakan diri 'nongkrong' pada warung-warung kopi. Larangan ini disampaikannya dengan alasan warung kopi menjadi salah satu tempat yang dianggap rawan mempengaruhi netralitas para pengawas pemilu atau pilkada.

"Warung kopi banyak menjadi tempat berkumpulnya para tim sukses pasangan calon. Jadi saya menginstruksikan agar jajaran Panwaslu jangan nongrong di warung kopi minimal hingga pasangan calon terpilih di Pilkada Serentak 2015 sudah dilantik," katanya saat Rapat Koordinasi Stakeholder Dalam Rangka Pendidikan Pengawasan Partisipatif Pemilihan Bupati/Walikota se-Sumatera Utara Tahun 2015 di Hotel Soechri, Jalan Cirebon, Kota Medan, Senin (30/11) kemarin.

Semula instruksi ini ditertawakan oleh para hadirin yang berasal dari jajaran Panwaslu se-Sumut karena dianggap guyonan. Namun ternyata Muhammad serius terharap larangannya tersebut. Ia bahkan meminta agar siapa saja warga yang melihat jajaran panwaslu 'nongkrong' di warung-warung kopi untuk mendokumentasikannya dan melaporkan kepada mereka.


"Kalau ada yang nampak, foto pake ponsel sampaikan kepada kami. Pasti kami nonaktifkan, karena kami berhak menonaktifkan," ujarnya.

Muhammad mengakui larangan yang dikeluarkannya tersebut memang terkesan aneh, karena hal ini berkaitan dengan hak seseorang untuk berinteraksi sosial di tengah masyarakat. Namun menurutnya upaya-upaya seperti ini terpaksa ia lakukan mengingat momen Pilkada serentak yang berlangsung secara nasional ini sangat membutuhkan keseriusan pengawasan dan integritas para pengawas itu sendiri.

"Kami sadar, gaji yang mereka dapatkan sangat kecil sama halnya dengan singkatnya masa kerja mereka. Sementara tawaran dari pihak lain dipastikan jauh lebih menggiurkan sehingga mereka sangat rawan tergoda," tukasnya seperti dikutip dari MedanBgaus.Com. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya