Berita

foto: net

Politik

PILKADA SERENTAK 2015

Pemilih Difabel Bisa Menentukan Hasil Pilkada

SELASA, 01 DESEMBER 2015 | 07:12 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Para penyandang disabilitas didorong untuk menjadi pemilih yang cerdas dalam pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) ataupun pemilihan kepala daerah (pilkada).

Direktur Sasana Integrasi dan Advokasi Difabel (SIGAB), Muhammad Joni Yulianto mengatakan penyandang disabilitas memiliki nilai tawar yang setara dalam konteks pemilu. Kendati jumlahnya terbatas, suara penyandang disabilitas bisa menjadi penentu hasil akhir penyelenggaraan pemilu atau pilkada.

"Jumlah difabel itu sedikit sekali, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Sosial berbeda-beda, ada yang bilang 3 persen, 6 persen dari jumlah penduduk, Tapi jangan salah yang sedikit ini punya arti besar dan jadi penentu," sebut Joni.


Hal itu dikatakannya saat acara temu komunitas disabilitas antara KPU dengan masyarakat Sleman di Balaidesa Sendangtirto, Minggu (30/11). Desa Sendangtirto merupakan satu diantara dua desa yang oleh pemerintah Kabupaten Sleman dijadikan proyek percontohan desa yang inklusi, desa ramah tanpa diskriminasi bagi penyandang disabilitas sejak Juni 2015 lalu.

"Sekarang kita perlu menjadi pemilih yang bukan sekedar menggunakan hak pilihnya, tetapi menggunakan hak pilihnya dengan cerdas," tutur dia.

Sebelum menentukan pilihan, Joni mengatakan bahwa calon pemilih perlu memilih sesuai kriteria dan keyakinan tiap pemilih apakah calon pemimpin tersebut mampu menjaga daulat rakyat tersebut.

"Cerdas artinya jika dihadapkan dengan dua pilihan tentu akan berpikir dulu. Jadi seorang pemilih yang cerdas harus menentukan pilihan berdasarkan kriteria, calon seperti apa yang saya butuhkan, yang dibutuhkan untuk negara saya, yang saya butuhkan untuk Sleman, begitu," terang dia.

Disadari atau tidak, pemilih disabilitas masih dipandang sebelah mata, oleh karena itu Joni mengatakan bahwa para penyandang disabilitas harus berusaha secara mandiri untuk memperoleh informasi, khususnya informasi kepemiluan.

"Kita memang harus berusaha ekstra untuk memperoleh informasi. Beda dengan kelompok yang mayoritas, pasti didatangi oleh calon, tapi bagi teman-teman difabel mungkin tidak. Jadi harus berusaha ekstra untuk mengenali," lanjut Joni.

Ia ingin para penyandang disabilitas pada Pilkda serentak 2015 menilai calon kepala daerah dari aspek keberpihakannya kepada masyarakat, dan bagaimana rekam jejak masing-masing calon.

"Yang paling penting keberpihakannya kepada masyarakat dan track record-nya, sejauh ini seperti apa," jelasnya.

Setelah mendapatkan informasi yang cukup dan menentukan pilihan, Joni mengingatkan para penyandang disabilitas untuk tidak tergiur dengan politik uang yang dapat mengganggu jalannya proses demokrasi secara jujur dan adil.

"Nah jika sudah menentukan pilihan jangan sampai mengo (berpaling) karena amplop," tandas dia seperti dilansir dari laman kpu.go.id. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya