Berita

Paku Alam IX /net

Nusantara

Pelepasan Jenazah Paku Alam, Mendagri: Presiden Sampaikan Duka Cita

MINGGU, 22 NOVEMBER 2015 | 16:35 WIB

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mewakili Presiden Joko Widodo menghadiri upacara pelepasan jenazah Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Paku Alam IX di Puro Pakualaman, Minggu (22/11).

Selain Tjahjo, hadir pula Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin, dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin.

Tjahjo Kumolo dalam sambutannya mengatakan Presiden Jokowi beserta keluarga menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Paku Alam IX. Presiden Jokowi, kata dia, berhalangan hadir karena saat ini masih ada tugas negara di Malaysia.


"Atas nama Presiden Joko Widodo dan pribadi presiden beserta keluarga menyampaikan rasa duka yang mendalam," ujarnya seperti dikutip Antara.

Tjahjo menyebut selama ini pemerintah menilai almarhum sebagai wakil gubernur dengan ketauladanan dan dedikasi yang baik. Hal itu ditunjukkan dengan komitmen menjalankan roda pemerintahan di Yogyakarta bersama Gubernur DIY, Sri Sultan HB X.

"Beliau selama tiga kali menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan bagaimana mewujudkan tata kelola pemerintahan yang mempunyai jati diri dan mempunyai ciri khas yang ada di DIY," sebutnya.

Oleh sebab itu, dia menambahkan atas nama pemerintah pusat menyampaikan penghargaan atas pengabdian KGPAA Paku Alam IX selama menjabat sebagai Wakil Gubernur DIY.

"Pengabdian almnarhum yang selama ini dilakukan dengan sepenuh hati ditujukan untuk kepentingan masyarakat daerah bangsa dan negara," papar Tjahjo.

Selain dihadiri perwakilan dari pemerintah pusat, acara pelepasan jenazah dihadiri oleh Gubernur DIY, Sri Sultan HB X dan keluarga, puluhan pejabat daerah, kerabat Puro Paku Alaman, serta ratusan masyarakat Yogyakarta.

Sebelum jenazah diberangkatkan menuju tempat peristirahatan di Astana Girigondo, Kecamatan Temon, Kulon Progo, didahului dengan upacara tlusupan yang dilakukan seluruh putra beserta cucu almarhum. Prosesi tlusupan merupakan upacara sebagai bentuk penghormatan dan mendoakan bagi orang yang telah meninggal.

Selanjutnya, dilanjutkan dengan dawuh Kawedanan Hageng Kadipaten Pakualaman berisi pernyataan kesiapan putra mahkota Kanjeng Bendoro Pangeran Haryo (KBPH) Prabu Suryodilogo sebagai pewaris tahta menggantikan ayahandanya. [wah] 

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Demokrat: Tidak Benar SBY Terlibat Isu Ijazah Palsu Jokowi

Rabu, 31 Desember 2025 | 22:08

Hidayat Humaid Daftar Caketum KONI DKI Setelah Kantongi 85 Persen Dukungan

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:57

Redesain Otonomi Daerah Perlu Dilakukan untuk Indonesia Maju

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:55

Zelensky Berharap Rencana Perdamaian Bisa Rampung Bulan Depan

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:46

Demokrasi di Titik Nadir, Logika "Grosir" Pilkada

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:37

Demokrat: Mari Fokus Bantu Korban Bencana, Setop Pengalihan Isu!

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:35

Setoran Pajak Jeblok, Purbaya Singgung Perlambatan Ekonomi Era Sri Mulyani

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:14

Pencabutan Subsidi Mobil Listrik Dinilai Rugikan Konsumen

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:02

DPRD Pastikan Pemerintahan Kota Bogor Berjalan

Rabu, 31 Desember 2025 | 20:53

Refleksi Tahun 2025, DPR: Kita Harus Jaga Lingkungan!

Rabu, 31 Desember 2025 | 20:50

Selengkapnya