Berita

Bisnis

Bank Dunia Sediakan Rumah Inti Tumbuh di Indonesia

SABTU, 21 NOVEMBER 2015 | 21:35 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Bank Dunia berkomitmen menyediakan fasilitas rumah murah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan program rumah Inti Tumbuh di Indonesia.

Komitmen Bank Dunia disampaikan‎ Geoffrey Payne dari GPA Housing & Urban Development Consultants didampingi Fernando Situngkir, Consultant Housing Policy Analyst Social Urban, Rural and Resilience Global Practice World Bank ketika menemui Ketua Umum Kamar Dagang dan Indonesia (Kadin) paradigma baru yang juga Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Rakyat Seluruh Indonesia (APERSI) Eddy Ganefo, Jumat (20/11).

Dalam pertemuan itu, Geoffrey Payne membahas mulai dari tingkat pendapatan, batas luas lahan, serta jarak wilayah ideal yang masih memiliki potensi pembangunan rumah murah di Indonesia.

"Kami ingin mengukur dan menganalisa di wilayah mana saja yang masih tersisa untuk di bangun rumah murah bagi Masyrakat Berpenghasilan Rendah," kata Geoffrey.

Geoffrey mengatakan upaya Indonesia sangat besar dalam memenuhi kebutuhan rumah yang semakin tinggi. Hal ini tampak dari beberapa program-program yang dijalankan oleh Pemerintah dalam menghadirkan program pembangunan rumah murah dan terjangkau di Indonesia.

Sedangkan program Rumah Inti Tumbuh yang dikembangkan oleh Bank Dunia adalah alternatif dalam mengatasi sulitnya mendapatkan rumah murah diatas lahan terbatas. "Program Rumah Inti Tumbuh yang sedang di kembangkan oleh Bank Dunia ini adalah rumah dengan luas bangunan 12m2 dan luas lahan 36m2. Nantinya, biaya pembangunan rumah tersebut akan di subsidi oleh bank melalui Pemerintah sebesar Rp 70 juta," kata Fernando Situngkir.

Eddy Ganefo menyambut baik program yang di bahas oleh Bank Dunia. Dia mengatakan hal-hal yang disampaikan Bank Dunia sejalan dengan pemikiran Apersi sebagai wadah pengembang kecil dan menengah yang hanya mau membangun rumah murah dan terjangkau bagi kepentingan Masyarakat Berpenghasilan Rendah.

"Kami sangat apresiate terhadap pembahasan Bank Dunia tentang pembangunan rumah murah serta program Rumah Inti Tumbuh di Indonesia. Hanya saja, harus didukung regulasi dan penegakan hukum yang kuat agar penyediaan rumah murah berjalan dengan baik," demikian Eddy.[dem]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Revolusi Status Buruh Harian Lepas

Senin, 22 Juni 2026 | 00:03

Nyanyian Sony Sebut 41 Nama Dituding Hanya untuk Kelabui Penyidik

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:33

Penangkapan Roy dan Tifa Perkuat Anggapan Polisi di Bawah Kendali Jokowi

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:17

Prabowo Panggil Rosan, Bahas Optimalisasi Aset Negara dan Transformasi BUMN

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:55

Program Sekolah Rakyat Dapat Akses Gratis Talent DNA ESQ

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:32

Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Nginap di Rutan Polda, Besok ke Kejaksaan

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:01

Teruji di MRS 2026, Pertamax Turbo Jadi Andalan Utama Pembalap Nasional

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Penyelenggaraan Haji Tahun Ini Lebih Baik dari Sebelumnya

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Buntut Gesekan Petugas vs Ojol, Ini Strategi Baru Dishub DKI Atur Ruang Jalan Ibu Kota

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:31

Mensos ke Pejabat Baru: Jangan Sabotase Program Sekolah Rakyat!

Minggu, 21 Juni 2026 | 20:45

Selengkapnya