Berita

agung laksono /net

Politik

Agung Laksono Duga Ada Upaya Pecah Belah Kosgoro

SABTU, 21 NOVEMBER 2015 | 02:40 WIB | LAPORAN:

Ketua Umum Partai Golkar hasil Munas IX Jakarta Agung Laksono membantah adanya pemecatan sejumlah Pimpinan Daerah Kolektif (PDK) Kosgoro 1957. Menurutnya, ada beberapa PDK Kosgoro yang telah demisioner sehingga perlu pergantian kepengurusan.

"Kami tidak memecat, itu sudah habis masa waktunya. Seperti di Sulawesi Utara, Jawa Tengah memang sudah habis masa baktinya. Seperti di Jawa Timur, juga sudah habis tapi minta perpanjang dulu," jelas Agung di sela syukuran HUT Kosgoro 1957 di kediamannya, Jalan Cipinang Cempedak, Jakarta, Jumat malam (20/11).

Lebih jauh, Agung menduga ada upaya memecah belah Kosgoro 1957 dengan melempar isu pemecatan yang dilakukan olehnya. Tak hanya itu, dirinya juga disebut panik dikarenakan sejumlah anggota Kosgoro lebih memilih mendukung Golkar kubu Aburizal Bakrie.


"Kalau dari PDK tidak ada yang pindah, mungkin mereka yang tidak punya posisi. Ketua provinsi semua solid karena tidak ada masalah di kami. Itu hanya sebuah rekayasa untuk pelemahan kami saja," bebernya.

Sebelumnya, Bowo Sidik Pangarso selaku ketua Pimpinan Daerah Kolektif Kosgoro 1957 Jawa provinsi Jawa Tengah mengaku telah dipecat oleh Ketua Umum Kosgoro 1957 Agung Laksono.

Pemecatan dirinya karen dianggap secara nyata telah melakukan langkah politik yang bertentangan dengan AD/ART. Langkah tersebut berkaitan dengan Bowo mengumpulkan pengurus-pengurus daerah di Jakarta pada Sabtu ini (21/11).

Menanggapi langkah pengumpulan pengurus daerah Kosgoro, Agung mengatakan dirinya tidak pernah menerima undangan adanya pertemuan tersebut. Dirinya menegaskan bahwa upaya pengumpulan pengurus diluar agenda organisasi adalah tindakan inkonstitusional.

"Semua di sini menolak adanya langkah-langkah inkonstitusional dan tindakan ilegal. Mereka sama sekali tidak ingin sama sekali ada perpecahan di Golkar dan pertemuan itu dianggap hanya tindakan ngawur. Kalau aturan organisasi untuk mengundang daerah-daerah itu kami. Bapaknya ya saya di sini sampai 2018," jelas Agung. [wah]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

AS Gempur ISIS di Suriah

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:14

Aksi Kemanusiaan PDIP di Sumatera Turunkan Tim Kesehatan Hingga Ambulans

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:10

Statistik Kebahagiaan di Jiwa yang Rapuh

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:52

AS Perintahkan Warganya Segera Tinggalkan Venezuela

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:01

Iran Ancam Balas Serangan AS di Tengah Gelombang Protes

Minggu, 11 Januari 2026 | 16:37

Turki Siap Dukung Proyek 3 Juta Rumah dan Pengembangan IKN

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:53

Rakernas PDIP Harus Berhitung Ancaman Baru di Jawa Tengah

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:22

Rossan Roeslani dan Ferry Juliantono Terpilih Jadi Pimpinan MES

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:15

Pertamina Pasok BBM dan LPG Gratis untuk Bantu Korban Banjir Sumatera

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:50

Pesan Megawati untuk Gen Z Tekankan Jaga Alam

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:39

Selengkapnya