Berita

Zulkifli Hasan/ist

Ketua MPR: Indonesia Bagai Orkestra, Beda Bunyi Tapi Harmonis

SABTU, 21 NOVEMBER 2015 | 01:48 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menghadiri dan menjadi narasumber utama sosialisasi Empat Pilar MPR bersama Pimpinan Pusat Persatuan Islam (Persis) di kompleks Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta, Jumat ( 20/11 ).
 
Hadir dalam acara tersebut Ketua Umum Persis Prof. Abdurochman, para elit Persis baik pusat dan daerah, juga sekitar 300 peserta anggota Persis dari berbagai wilayah Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua MPR Zulkifli Hasan menyampaikan soal materi Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Dia mengingatkan betapa hebatnya tokoh-tokoh pendiri bangsa yang sebagian adalah tokoh Islam.


"Dari mereka lah kita memperoleh keteladanan. Para pendiri bangsa kita tidak ada rasa ego sektoral, mereka hanya memikirkan soal bangsa dan kesatuan bangsa. Tidak ada kegaduhan dan tidak ada konflik antar mereka hingga lahirlah Pancasila sebagai dasar negara perekat bangsa," ujarnya.

Menurut Zulkifli, dalam konteks kekinian sangat berbeda. Sekarang, Indonesia penuh dengan kegaduhan yang merugikan bangsa, bahkan kegaduhan tersebut berputar terus di lingkar kekuasaan. Itu sangat disayangkan.

Karena itu, dia berharap kegaduhan-kegaduhan yang terus terjadi dapat segera berhenti. Sudah saatnya melihat kembali dan meneladani para tokoh-tokoh bangsa pendiri bangsa Indonesia.

"Seharusnya semua anak bangsa menyadari bahwa negara ini dibentuk karena perbedaan karena perbedaan bangsa ini membentuk sebuah harmonisasi yang indah. Contoh, dalam satu orkestra, semua alat musik berbeda. Ada biola, harpa, bass dan lain lain, suaranya berbeda-beda, tapi mampu menghasilkan irama yang harmonis dan sangat merdu didengar," jelasnya.

Untuk itu, lanjut Zulkifli, anak bangsa harus memahami betul Pancasila yang adalah kasih sayang. Di mana, kata kerjanya adalah kekeluargaan, musyawarah dan mufakat serta gotong royong.

"Bangsa kita sedang dihadapkan pada permasalahan yang serius dan pemerintah sedang berupaya keras menyelesaikannya. Kita seluruh anak bangsa harus bahu membahu saling gotong-royong ikut berkiprah dan menyelesaikan permasalahan bangsa, minimal dari diri kita, dan masyarakat sekitar kita. Para elit kekuasaan juga jangan sibuk sendiri, gaduh sendiri kasihan rakyat," tandasnya. [wah] 

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya