Berita

Hukum

Kapolri Persilakan Gelar Perkara Ulang Kasus Mafia Tanah Di Sumut

JUMAT, 20 NOVEMBER 2015 | 15:24 WIB | LAPORAN:

Kepolisian RI memastikan serius akan mengusut laporan masyarakat mengenai mafia tanah di Sumatera Utara. Bahkan, Polri siap pemproses permohonan perlindungan hukum yang diajukan pihak PT Bumi Mansyur yang mengaku sebagai korban aksi penyerobotan tanah.

Demikian disampaikan Kapolri Jendral Badrodin Haiti kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (20/11).

Kapolri pun menerangkan, proses gelar perkara ulang dapat dilakukan saat pemohon merasa penyidikan yang dilakukan aparat Polri berjalan lambat atau tidak profesional.


"Semua kasus itukan ada proses hukum, kalau ada yang tidak puas ya silakan digelar, gampang. Di Mabes juga bisa digelar. Tergantung teknis, bisa di Polda bisa di Mabes," kata jenderal bintang empat tersebut.

Disinggung soal langkah PT BMP melalui kuasa hukumnya, Zakaria Bangun, yang juga telah mendatangi Komisi III DPR, Kapolri mempersilakan mengingat komisi bidang hukum itu berperan sebagai pengawas.

Lahan yang dipersoalkan pihak BMP berlokasi di Kecamatan Medan Selayang dan Sunggal, Medan, Sumatera Utara. Dalam laporan itu, BMP melaporkan dugaan sertifikasi palsu lahan seluas 15 hektar miliknya oleh kelurahan setempat.  

"Anehnya, mereka dalam waktu seminggu sudah memiliki sertifikat melalui proses panitia pemeriksaan tanah Kantor Badan Pertanahan setempat," terang
Direktur Utama PT BMP, Marthin Sembiring.  

Tak hanya itu, menurut Marthin, para mafia tanah juga telah memalsukan stempel kantor kelurahan. Polda Sumut sudah menetapkan 13 tersangka sejak tahun 2014 lalu.

"Yang menjadi pertanyaan, sampai sekarang belum ada perkembangan kasus tersebut. Bahkan orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka belum juga ditahan," ucap Marthin.

Padahal hasil laboratirum kriminal Polda Sumut membenarkan adanya pemalsuan sertifikat lahan yang dimaksud.[wid]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Safari Politik Jokowi Tak Pengaruhi Elektabilitas PDIP

Sabtu, 27 Juni 2026 | 00:14

Seruan Reformasi Jilid II Bukan Aspirasi Mahasiswa

Sabtu, 27 Juni 2026 | 00:00

Safari Politik Jokowi cuma Demi Gibran dan Kaesang

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:41

Empat Nyawa Sudah Cukup, Setop Latsarmil SPPI

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:23

Sarasehan KPPG: Keterwakilan Perempuan 30 Persen Bukan Sekadar Kuota

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:06

Edi Hasibuan: Masyarakat Mulai Merasakan Perubahan Polri

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:03

Universitas Bakrie Tiga Besar dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:42

Pakai Dump Truk, Polisi Kawal Massa Pendukung MBG di Tuban

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:24

Jubir FAM UBK: Ada Aktor Intelektual Sengaja Rusak Citra Kampus dan Wapres

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:22

DPR Usul Kemenukbangga Jadi Penyalur BLT

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:03

Selengkapnya