Berita

gedung mabes polri

Isu Freeport Dinilai Menyimpang, Massa Demonstran Geruduk Mabes Polri

JUMAT, 20 NOVEMBER 2015 | 09:33 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Massa dari Aliansi Masyarakat Usir Freeport akan menggelar unjuk rasa di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (20/11), pukul 10.00 Wib.

Koordinator Aksi, Saeful Anwar menjelaskan unjuk rasa ini mendesak Polri mengusut penyadapan illegal yang diduga dilakukan Presiden Direktur PT. Freeport Indonesia, Marsekal Muda TNI (Purn) Maroef Sjamsoeddin, terkait pertemuan yang diduga Ketua DPR Setya Novanto dengan Maroef Sjamsoeddin dan pengusaha berinisial 'R' dalam hal perpanjangan Freeport.

Menurut mereka, perkembangan terkait kisruh Freeport yang belakangan ramai beredar transkrip pembicaraan diduga antara Bos Freeport dengan Ketua DPR dan pengusaha, telah menyimpang jauh dari semangat untuk melakukan upaya renegosiasi yang menyangkut kepentingan nasional terhadap keberlangsungan Freeport di Indonesia khususnya di Papua.


Jelas Saeful Anwar, sebagai perusahaan asing yang selama ini telah menikmati begitu banyak keuntungan atas penambangan tembaga dan emas di Papua, maka perlu ditegaskan bahwa Freeport hendaknya tidak mencari-cari cara apalagi dengan cara sengaja mengalihkan berbagai pelanggaran UU Minerba yang mengharuskan setiap perusahaan tambang membangun smelter.

Namun, lanjut Saeful Anwar,y ang kemudian terjadi adalah munculnya rekaman hasil penyadapan illegal yang diduga dilakukan pihak Freeport yang bertentangan dengan UU No. 11/2008 tidak membenarkan orang di luar institusi negara melakukan penyadapan untuk kepentingan-kepentingan tertentu.

"Atas dasar itu, kami Aliansi Masyarakat Tolak Freeport akan melakukan unjuk rasa mendesak Polri mengusut penyadapan illegal yang dilakukan Dirut PT Freeport," tukas dia. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya