Berita

saleh bangun/RM

Nusantara

PILKADA KOTA BINJAI

Sudah Ditahan KPK, Saleh Bangun Tetap Jadi Kandidat Walikota

JUMAT, 20 NOVEMBER 2015 | 08:34 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka, Saleh Bangun tetap menjadi salah satu kandidat calon walikota di Pilkada Kota Binjai 2015. Politisi Partai Demokrat ini menjadi tersangka dan ditahan oleh KPK dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi DPRD Sumatera Utara periode 2009-2014.

Kepastian itu disampaikan Ketua KPU Sumut, Mulia Banurea menanggapi kasus yang dialami oleh calon Walikota Binjai nomor urut 3 yang berpasangan dengan Dhani Setiawan Isma tersebut.

"Sejauh ini tidak ada aturan yang membuatnya menjadi tidak berhak ikut pilkada karena berstatus tersangka dan ditahan KPK," kata Mulia, Jumat (20/11).


Mulia menjelaskan, KPU Sumut sudah berkoordinasi dan melaporkan perkembangan terakhir Pilkada Binjai pasca penahanan Saleh Bangun kepada KPU RI. Dari koordinasi tersebut, KPU menurutnya juga sepakat bahwa Saleh Bangun tetap menjadi salah satu kandidat di Pilkada tersebut.

"Kami sudah berkoordinasi dan hasilnya KPU juga menyatakan bahwa yang
bersangkutan tetap menjadi salah satu kandidat," ujarnya seperti dilansir dari MedanBagus.com.

Diketahui, Saleh Bangun menjalani penahanan sejak 10 November 2015 lalu.
Ia ditahan karena diduga menerima suap dari tersangka Gubernur Sumut
(nonaktif) Gatot Pujo Nugroho, terkait pengesahan APBD Pemprov Sumut 2010-2014, persetujuan Laporan Pertanggungjawaban Pemprov Sumut 2012-2014 dan penolakan penggunaan hak interpelasi anggota DPRD Sumut.

Saleh Bangun adalah anggota DPRD Sumut 2014-2019, dan di periode lalu ia menjabat sebagai Ketua DPRD Sumut. Saat ini statusnya masih tersangka, dan perkaranya belum dibawa ke pengadilan. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya