Berita

Buruh Lampung Dan Banten Juga Long March Menuju Jakarta

KAMIS, 19 NOVEMBER 2015 | 10:46 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Tidak hanya dari Bandung Jawa Barat, massa buruh dari Lampung dan Banten saat ini melakukan long march dengan jalan kaki menuju Jakarta. Long march ini adalah rangkaian dari Mogok Nasional Buruh 2015 yang akan digelar pada 24-27 November nanti.

Demikian disampaikan Presidium Komite Aksi Upah Gerakan Buruh Indonesia (KAU-GBI), Said Iqbal kepada redaksi, Kamis (19/11).

"Pada hari kemarin pula, buruh Lampung dan Banten sudah memulai long march menuju Jakarta," sebut dia.


Jelas Said Iqbal, kemarin ratusan buruh peserta long march dari Bandung telah berada di Kabupaten Karawang menuju Kabupaten Bekasi.

"Ini adalah hari ketiga para buruh berjalan kaki dari Bandung menuju Jakarta," ungkapnya.

Menurut Said Iqbal, ribuan buruh pabrik dan masyarakat yang dilalui massa long march sepanjang jalan mendukung perjuangan kaum buruh, dengan bukti lebih dari 100 ribu tanda tangan surat petisi sudah terkumpul, untuk nantinya diserahkan kepada Presiden Jokowi.

Di dalam petisi yang ditanda tangani oleh buruh dan masyarakat tersebut berisikan beberapa tuntutan, antara lain: cabut PP 78/2015 tentang Pengupahan yang bertentangan dengan UU 13/2003 tentang Ketenagakerjaan; menolak formula kenaikan upah minimum yang baru karena mengembalikan rezim upah murah dan akan memiskinkan kaum buruh secara struktural; dan meminta kenaikan upah minimum 2016 berkisar Rp 500 ribuan dan menetapkan upah minimum sektoral lebih besar dari upah minimum.

"Nantinya semua buruh yang melakukan long march akan berkumpul di Tugu Proklamasi Jakarta, pada Jumat 20 November, dan melakukan apel siaga persiapan mogok nasional," tukas Said Iqbal yang juga Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia itu.

Mogok Nasional Buruh 2015 akan diikuti 5 juta buruh di 22 provinsi dan 200 kabupaten/kota. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya