Berita

Zulkifli Hasan/net

Ketua MPR Fokus Kepada Pembangunan Rasa Pancasila

RABU, 18 NOVEMBER 2015 | 11:16 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Ketua MPR RI Zulkifli Hasan membuka seminar nasional Badan Pengkajian MPR kerja sama Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dengan tema 'Implementasi Nilai-nilai Pancasila dalam Perencanaan Pembangunan Nasional' di Gedung Nusantara IV, Komplek Gedung MPR/DPR/DPD, Jakarta, Rabu (18/11).

Saat memberi sambutan, Zulkifli Hasan bertanya apakah nilai-nilai Pancasila dalam pembangunan masih ada?
 
Ia pun menguraikan, saat melakukan kunjungan ke beberapa daerah, dirinya pernah mendengar dari seorang kepala daerah bahwa Pancasila urusan orang tua. Anggapan yang demikian menurut Zulkifli akibat dari tidak massifnya sosialisasi Pancasila seperti pada masa Orde Baru. Diungkapkan, bahwa sosialisasi Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, seolah-olah hanya urusan MPR. Hal demikian dibantah oleh Zulkifl.


"Tentu tidak mudah bila Sosialisasi 4 Pilar MPR hanya dibebankan pada MPR. Ini tugas kita semua," ujarnya.

Untuk itu dirinya mengucapkan terima kasih pada ICMI yang pada pagi itu ikut mensosialisasikan 4 Pilar kepada anggotanya dan pada mahasiswa.
 
Dalam soal pembangunan, Zulkifli mengatakan pada zaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ada target membangun jalan tol ribuan kilometer namun realisasinya hanya ratusan kilometer. Demikian pula soal pembangunan pembangkit listrik yang merencanakan pembangunan daya ribuan MW namun realisasinya hanya 80 MW. Pun demikian ada pula rencana pembangunan Jembatan Selat Sunda, ketika Presiden SBY berganti maka rencana itu hilang.
 
Dari apa yang dipaparkan di atas, Zulkifli menyebut bahwa pembangunan yang dilakukan saat-saat ini berdasarkan atas multi pemerintahan, setiap ganti pemerintahan ganti program pembangunan. "Masing-masing Presiden mempunyai visi dan misi sendiri," ujarnya.

Bahkan kepala daerah seperti Bupati dan Walikota sekarang tak mudah diatur oleh Gubernur sehingga koordinasi pembangunan di provinsi sulit terjadi. "Ada anggapan masing-masing mempunyai otonom sendiri," paparnya.

Dirinya juga mengungkapkan ketika Presiden melakukan kunjungan ke provinsi, belum tentu ia didampingi oleh Gubernur.
 
Zulkifli menambahkan, memang saat ini ada UU RPJM dan RPJP namun menurut Zulkifli itu tidak mengajak partisipasi secara luas sehingga undang-undang itu tidak dijadikan acuan. Dirinya membandingkan pada masa Soekarno ada Semesta dan pada Orde Baru ada GBHN. Dirinya menyatakan bahwa 18 tahun reformasi berjalan, pembangunan dilakukan secara masing-masing elit dan daerah.

"Program pembangunan dilakukan secara masing-masing dan lima tahunan," ujar Ketum PAN ini sambil berharap pada seminar nasional ini mampu merumuskan program pembangunan seperti GBHN. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya