Berita

sudirman said/net

KISRUH FREEPORT

Bikin Gaduh, Akankah Presiden Copot Sudirman Said?

RABU, 18 NOVEMBER 2015 | 07:29 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Tindakan Menteri ESDM Sudirman Said yang melaporkan oknum anggota DPR kepada Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR terkait adanya dugaan pencatutan nama Presiden Jokowi dan Wapres JK dalam sebuah pertemuan yang disinyalir membicarakan tentang pembagian saham PT. Freeport Indonesia (FI), ditanggapi beragam oleh publik. Ada yang memuji tapi tidek sedikit pula mengkritik.

Ketua Perhimpunan Magister Hukum Indonesia (PMHI), Fadli Nasution, menganggap tindakan tersebut tidak etis dan bukan domainnya seorang menteri. Sebagai pembantu Presiden seharusnya Sudirman Said terlebih dahulu melaporkannya kepada Presiden. Apalagi terkait dengan pejabat negara.

Menurut Fadli, dalam kapasitasnya Presiden tentu dapat berkomunikasi langsung untuk mengkorfimasi dan mengklarifikasi permasalahan tersebut kepada yang bersangkutan, supaya menjadi jelas dan terang benderang. Termasuk mengetahui sumber rekaman percakapan pertemuan tersebut yang transkripnya beredar luas di masyarakat.


Jadi sebenarnya, lanjut Fadli, kegaduhan politik yang timbul akibat polemik ini tidak perlu terjadi.

"Dulu pernah pejabat Polri (Komjen Budi Waseso) langsung dicopot karena dianggap membuat kegaduhan dalam penegakan hukum, sekarang bisa saja hal yang sama terjadi. Kita tunggu saja, bagaimana kebijakan Presiden," sebut Fadli kepada redaksi, Rabu (18/11).

Senin (16/11), Menteri ESDM Sudirman Said melaporkan oknum anggota DPR kepada MKD DPR terkait adanya dugaan pencatutan nama Presiden Jokowi dan Wapres JK terkait perpanjangan kontrak Freeport. Dalam sebuah wawancara di televisi nasional, Sudirman Said membenarkan onum yang dilaporkannnya adalah politisi Partai Golkar yang tak lain Ketua DPR Setya Novanto. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya