Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengecek langsung stok dan kondisi sapi siap potong di Instalasi Penampungan Hewan Karantina di Pelabuhan Tenau, Kupang, Nusa Tenggara Timur (Selasa, 17/11).
Guna memastikan kesiapan NTT sebagai salah satu daerah pemasok sapi untuk kebutuhan nasional, utamanya untuk Provinsi DKI Jakarta.
Menteri Amran tiba di Bandara El Tari, Kupang sekitar pukul 17.45 WITA. Tak lama berselang, langsung bergegas menuju lokasi didampingi Gubernur NTT Frans Leburaya, Kepala Pusat Karantina Hewan Sujarwanto, serta Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Fini Murfiani.
"Pengiriman sapi ini nanti pakai kapal kita, ada enam, baru jadi satu. Kapalnya nanti lewat tol laut yang merupakan program pemerintah dan menghubungkan antar daerah dan provinsi di Indonesia," ujar Menteri Amran kepada para pengusaha sapi di lokasi.
Para pengusaha itu selama ini bekerja sama dengan Instalasi Penampungan Hewan Karantina yang bernaung di bawah Kementerian Pertanian.
Sementara, suasana di karantina hewan itu terkesan begitu hangat. Percakapan antara Menteri Amran, Gubernur NTT dan para pengusaha juga terbuka, serta disaksikan warga sekitar. Para pengusaha juga tak malu-malu menyampaikan keluh kesah mereka langsung kepada Menteri Amran.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Amran juga bilang bahwa peninjauan yang dilakukannya merupakan tindak lanjut dari perjanjian kerjasama (MoU) terkait pengadaan daging sapi antara Kementan dengan lima provinsi, yang satu diantaranya adalah NTT.
"MoU ini kami sudah lapor ke pak Presiden dan sudah disetujui," tandasnya.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menginstruksikan Kementerian Perhubungan untuk pengadaan kapal pengangkut khusus ternak. Sebanyak enam kapal barang milik PT Pelni diubah menjadi kapal khusus angkut ternak. Saat ini, baru satu kapal yang siap beroperasi untuk mengangkut sapi, yakni KM Camara Nusantara I.
Kebutuhan daging sapi untuk wilayah Jabodetabek sebanyak 600 ribu ton per tahun. Khusus untuk DKI Jakarta membutuhkan daging sapi sebanyak 185 ribu ton per tahun.
[wah]