Berita

sya'roni

Politik

Sungguh Gila Sebut Sudirman Said Patut Diapresiasi

SELASA, 17 NOVEMBER 2015 | 02:59 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

‎RMOL. Gagasan sangat gila menempatkan Menteri ESDM Sudirman Said dalam jajaran menteri yang patut diapresiasi. Sampai saat ini, belum ada satu pun alasan yang patut dijadikan pembenar untuk menganugerahkan penghargaan kepada Sudirman.

Demikian dikatakan Sekretaris Jenderal Himpunan Masyarakat Untuk Kemanusiaan dan Keadilan (Humanika), Sya'roni, dalam perbincangan dengan redaksi, Senin (16/11). Justru sebaliknya, menurut dia, ada seabrek bukti bahwa Sudirman Said sangat layak untuk direshuffle.

Di antara dosa Sudirman Said adalah kasus perpanjangan kontrak Freeport. Demi mempercepat waktu perpanjangan kontrak perusahaan AS tersebut di Papua, Sudirman berinisiatif mengusulkan perubahan peraturan pemerintah ke Presiden. Untung saja Presiden Jokowi waspada, kemudian usulan Sudirman ditolak mentah-mentah.

"Menebarkan kegaduhan tentang adanya anggota DPR yang menjual-jual nama presiden dan wakil presiden untuk meminta saham di Freeport merupakan dosa lain Sudirman Said. Isu ini telah menimbulkan keresahan di publik. Namun, publik hanya bisa menebak dan menduga figur siapakah yang dimaksud oleh Sudirman Said," kata Sya'roni.

Tindakan Sudirman Said ini, katanya, bisa dibilang sangatlah tidak terpuji karena di satu sisi dia telah melontarkan isu tersebut ke media namun di sisi yang lain juga melaporkanya kepada presiden. Tindakan ini jelas mau menangguk keuntungan di dalam riuh kegaduhan.

"Dengan melontarkan isu ke publik, dia ingin meneguhkan sebagai menteri yang bersih, dengan harapan dapat mengerek pencitraannya. Namun, dia juga menyerahkan temuannya kepada presiden. Skenarionya adalah presiden dan wapres lah yang akan didorong untuk bertarung menghadapi figur dari DPR tersebut," kata Sya'roni.

"Bisa dikatakan, Sudirman Said ingin mengadu domba antara presiden dan wapres melawan figur dari DPR. Jika ini yang terjadi maka kegaduhan besar tak terelakkan. Perang Istana melawan Senayan tinggal menunggu waktu saja," masih kata Sya'roni.

Semestinya, kata Sya'roni lagi, sebagai anak buah yang loyal, Sudirman Said akan lebih terhormat jika melaporkan temuannya tersebut kepada aparat penegak hukum sebagaimana yang pernah dilakukan oleh Andi Arief yang melaporkan Misbakhun atas kasus LC Fiktif Bank Century. Sebagai anak buah SBY, Andi Arief bersedia menjadi martil. Bukan mengadu-domba presiden melawan DPR.

"Bisa dibaca bahwa motivasi Sudirman Said sangat jelas sekali, hanya ingin membuat kegaduhan. Bila skenarionya berjalan, presiden berkonflik dengan DPR, maka Sudirman Said dapat berlindung dibalik kegaduhan yang terjadi untuk menutupi kelemahan kinerjanya. Harapannya, jika terjadi kegaduhan peluang mereshuffle dirinya semakin terkunci rapat. Padahal jika dicermati rekam jejaknya selama menjabat menteri, tidak ada yang bisa dibanggakan," tukas Sya'roni.[dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

Tragedi Perlintasan Sebidang

Rabu, 29 April 2026 | 05:45

Operasi Intelijen TNI Sukses Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 05:26

Dedi Mulyadi Sebut ‘Ratu Laut Kidul’ jadi Komut Independen bank bjb

Rabu, 29 April 2026 | 04:59

Jalan Tengah Lindungi Pelaut Tanpa Matikan Usaha Manning Agency

Rabu, 29 April 2026 | 04:48

Terima Penghargaan BSSN, Panglima TNI Dorong Penguatan Pertahanan Siber

Rabu, 29 April 2026 | 04:25

Banjir Gol Terjadi di Parc des Princes, PSG Pukul Munchen 5-4

Rabu, 29 April 2026 | 03:59

Indonesia Menggebu Kejar Program Gizi Nasional Jepang

Rabu, 29 April 2026 | 03:45

Suasana Ekonomi Politik Mutakhir Kita

Rabu, 29 April 2026 | 03:28

Diplomasi Pancasila Alat Bernavigasi Indonesia di Tengah Badai Geopolitik

Rabu, 29 April 2026 | 02:59

Ekonom Bantah Logika Capaian Swasembada Pangan Mentan Amran

Rabu, 29 April 2026 | 02:42

Selengkapnya