Berita

ilustrasi/net

RESHUFFLE

Kubu Boediono Harus Tahu Malu

MINGGU, 15 NOVEMBER 2015 | 22:23 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Intervensi mantan tim Wapres Boediono terhadap pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dinilai sebagai langkah tak beretika dan terkesan aji mumpung.

‎Kubu mantan wapres yang disebut-sebut Bertanggung jawab atas skandal Bank Century Rp 6,7 triliun itu diminta tidak memanfaatkan situasi keterpurukan pemerintahan Jokowi demi keuntungan pribadi dan kelompok.

‎"Situasi buruk sekarang, salah satunya adalah tanggung jawab mereka yang pernah mendapatkan kesempatan memimpin Indonesia tetapi gagal menyejahterakan rakyat dan memajukan bangsa," kata juru bicara Jaringan '98 Ricky Tamba kepada redaksi, Minggu (15/11).


‎Menurutnya, setiap parpol, elite dan aktivis harus legowo dan bijak membiarkan Presiden Jokowi menggunakan hak prerogatif dalam reshuffle kabinet mendatang.

‎Presiden Jokowi juga diminta merekrut kabinet baru yang berisikan figur-figur muda yang cerdas, militan dan inovatif serta memiliki rekam jejak pro kepentingan nasional, percaya pada kekuatan demokrasi ekonomi-politik yang bersandar pada Pancasila dan UUD 1945. Bukan malah membuka ruang transaksional kembali dengan para ekonom, politisi dan faksi elite antek nekolim neoliberalisme yang sudah terbukti gagal dan membuat NKRI makin hancur.

‎"Kalau sudah gagal dan menjadi bagian dari keterpurukan ekonomi-politik, tahu diri dan jangan tebal muka mau coba-coba bermain kembali demi kepentingan pribadi dan kelompoknya," jelas Ricky.

‎Untuk itu, tambah Ricky, bila ada yang mencoba mengintervensi Presiden Jokowi dalam reshuffle Kabinet Kerja dengan memajukan program-program anti rakyat, neoliberalistik maka akan berhadapan dengan segenap kekuatan aktivis gerakan mahasiswa, buruh, tani, pemuda serta prajurit progresif yang cinta akan kedaulatan dan kemandirian Indonesia.[dem]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya