Berita

IRJEN POL IZA FADRI/ RMOLSUMSEL

Nusantara

Ini Kronologi Baku Tembak TNI-Polisi di Linggau

SABTU, 14 NOVEMBER 2015 | 17:49 WIB

Peristiwa baku tembak antara Den Intel Kodam III Siliwangi dan anggota Polisi Polres Linggau, Sumatera Selatan, membuat situasi menjadi mencekam.

Informasi yang dihimpun RMOL Sumsel, penembakan itu bermula ketika Polres Muara Enim mendapatkan laporan, adanya penculikan salah satu warga bernama Hendi (41)warga Desa Pagar Dewa, Kecamatan Benakat, Kabupaten Muara Enim, dengan nomor laporan LP/B-584/XI/2015/Sumsel/Res. Muara Enim.

Laporan itu, dibuat oleh Surahman, (25) warga Desa Ujan Emas Lama, Kecamatan Ujan Emas, Kabupaten Muara Enim yang merupakan keluarga korban, pada 12 November 2015. Dalam laporannya, tepat pada Selasa 10 November 2015 sekitar pukul 20.00 WIB, datang seseorang ke rumah korban Hedianto dengan alasan untuk mencari kayu. Setelah itu, Emi (istri) korban langsung keluar. Tak lama kemudian Hedianto pun menghampiri orang yang tak dikenal tersebut untuk berbincang.


Usai perbincangan, pelaku memanggil dua orang temannya yang turun dari mobil warna putih. Namun, saat sedang berbincang, datang lagi mobil warna hitam yang berisi dua orang dan langsung membawa Hedianto pergi dalam ancaman senjata api yang diketahui berjenis FN.

Tepat pada 11 November 2015, terjadi komunikasi korban dengan istrinya yang menceritakan jika posisi korban berada di Linggau, korban minta dikirim uang Rp 10 juta atas permintaan pelaku. Sekitar pukul 14.00 WIB uang dikirim melalui Rek BRI no.0816-01-034402-53-0 atas nama Suwandi.

Jumat, 13 November 2015,  Hadi (keluarga korban) mendatangi Polres dan menginformasikan bahwa mendapatkan informasi dari  Sainan (perantara pelaku dengan keluarga korban) yang berada di Lahat dan  menginfokan bahwa apabila dalam waktu dua hari korban tidak diurus maka korban akan dibunuh.

Anggota Sat Reskrim Polres Muara bersama keluarga korban menuju ke Lahat bertemu dengan Sainan di Rumah Makan Pade, Simpang Rimbang Kemambang. Selanjutnya, dua mobil anggota dan dua mobil keluarga korban menuju ke Lubuk Linggau. Di perjalanan, Sainan dihubungi pelaku untuk memintanya naik travel dan tidak menghubungi polisi.

Setibanya di Mapolres Lubuk Linggau, mereka langsung berkordinasi dengan Sat Reskrim Polres Lubuk Linggau. Seketika itu Sainan dihubungi kembali oleh pelaku dan diminta untuk menunggu di Hotel Wijaya dan disana akan dijemput anggota TNI berpakaian dinas.

Mendapatkan informasi ada oknum TNI, lalu anggota Polres Muara Enim dan Polres Lubuk Linggau kordinasi ke Subdenpom Linggau dengan Kapten Syarifudin. Saat itu, pihak Subdenpom meminta kepada anggota Polres untuk memastikan jika pelaku yang ditemui adalah anggota TNI. Anggota Polres dan keluarga korban akhirnya menuju Hotel Wijaya dan setiba disana, Sainan dihubungi pelaku agar  diminta menemui pelaku di RM Simpang Raya dan pelaku menggunakan mobil Rush warna hitam.

Setiba di lokasi, tepatnya didepan Alfamart, ada mobil Toyota Rush warna hitam. Salah satu anggota Polisi Polres Muara Enim masuk ke Alfamart, untuk memastikan korban berada di dalam mobil. Setelah melihat korban, anggota langsung melakukan penyergapan dan kontak senjata pun terjadi. Usai kontak senjata berlangsung, selanjutnya mereka keluar dari mobil dan menyampaikan bahwa mereka anggota TNI dari Kodam III Siliwangi.

Ketika mengetahui ada dua pelaku anggota TNI Siliwangi yang tertembak , maka anggota buser langsung memberikan pertolongan dengan membawa mereka ke Rumah Sakit Siti Aisyah. Namun, lagi-lagi bentrok terjadi disana. Kasat Reskrim Lubuk Linggau, dikeroyok oleh sekelompok orang menggunakan baju loreng.

Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Iza Fadri mengaku sampai saat ini pihaknya masih terus melakukan koordinasi terkait kejadian tersebut. "Intinya ini miskomunikasi. Anggota kita datang ke sana, atas laporan warga adanya aksi penculikan" kata Iza.

Saat ini, dua anggota TNI tersebut, masih dirawat di Rumah Sakit Dr AK Gani, Palembang. [sam]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya