Berita

Ahok Diminta Serius Tangani Sampah Psikis

JUMAT, 13 NOVEMBER 2015 | 22:21 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Gubernur DKI Basuki Tjahja Purnama (Ahok) diminta untuk serius menekan penggunaan narkotika, physikotropika dan zat adiktif lainnya di wilayah ibukota.  

Direktur Eksekutif Suara Jakartaku, Ardian Chaniago, menyayangkan penanganan sampah kategori psikis tersebut tidak dilakukan Pemprov DKI di bawah kepemimpinan Ahok tak seserius menangani sampah fisik.

"Sampah psikis ini sama sekali belum ditangani 'seagung' penanganan sampah fisik. Pemda DKI mengalokasi ratusan miliar untuk menghilangkan 'bau busuk' 6.500 ton sampah per harinya, tapi lupa mengalokasikan penanganan sekitar 500 ribuan orang yang sudah terbukti diputus bersalah oleh Pengadilan kemudian dipenjara maupun dirawat di panti rehabilitasi karena narkoba," ujar Ardian dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Jumat (13/11).


Mestinya, kata dia, Pemprov DKI juga serius menangani sampah psikis sebab kondisinya saat ini benar-benar sudah mengkhawatirkan.

"Data tersebut sudah divonis karena narkoba, belum terdeteksi yang luput dari jeratan hukum. Kami yakin, angka korban sampah psikis ini baru puncak gunung es saja," sebutnya.

Dijelaskannya, saat ini belum ada kemauan kuat dari Pemda DKI Jakarta mendirikan rumah sakit khusus bagi pengidab ketergantungan narkoba seperti yang dilakukan Kementerian Keseharan RI dengan mendirikan Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO). Dia pun membandingkan dengan upaya Pemprov DKI yang serius mengelola sampah di Bantar Gebang.

"Apalagi panti rehabilitasi, Pemda DKI Jakarta sama sekali belum terlihat nyata memiliki," ujarnya.

Dia menyarankan Ahok mau membuka hati mewujudkan hal itu. Idealnya, semua jenis sampah di Jakarta sebaiknya 'ditata kelola' dengan baik agar tidak membebani masyarakat secara umum dan secara khusus bisa menolong masyarakat yang keluarganya 'terkategori memiliki sampah psikis agar psikologi mereka tidak semakin terganggu.

"Intinya, Ahok sebaiknya memperhatikan kesehatan jiwa masyarakat dari efek narkoba yang sudah semakin menggila tersebut," tutupnya.[dem]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Serap Aspirasi Warga Pandeglang, Arif Rahman Kawal Sektor Pertanian dan Perikanan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 10:14

Hormati Putusan MK, Komisi X DPR Minta Pendidikan dan MBG Tetap Jalan Beriringan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:57

Harga Minyak Dunia Catat Kenaikan Bulanan Terbesar Sejak Maret

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:51

Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu, Satu Gram Jadi Rp2,6 Juta

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:41

Kesiapan Fasilitas Zikir Kebangsaan Monas: Dari Ambulans Hingga Ratusan Ribu Konsumsi

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:34

K-SIGN Rote Ndao Dipacu Jadi Pilar Swasembada Garam Nasional

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:15

Harga Logam Mulia Terkoreksi Meski Mampu Akhiri Tren Penurunan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:02

Dul Mungkin Tak akan Naik Bus Malam Lagi Setelah Ketahuan Bawa Sabu

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:45

Arab Saudi Sambut Kesepakatan Pelucutan Senjata di Gaza, Israel Harus Mundur

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:34

Ramai Mal Pasang Pagar Tinggi di Tengah Situasi Kamtibmas Kondusif

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:23

Selengkapnya