Berita

rachmat gobel/net

Mantan Menteri Perdagangan Ini Siap Pimpin Kadin

JUMAT, 13 NOVEMBER 2015 | 15:16 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia akan menyelenggarakan Musyawarah Nasional (Munas) VII di Bandung, Jawa Barat pada 22-24 November 2015. Munas ini mengambil tema 'Memperkuat Daya Saing Ekonomi Nasional dan Daerah Melalui Pembangunan Industri yang Kuat, Inovatif dan Berkelanjutan'.

Adapun agenda utama Munas VII membuat rumusan program kerja strategis dan sekaligus memilih Ketua Umum Kadin periode lima tahun mendatang, menggantikan masa bhakti kepemimpinan Suryo Bambang Sulistio di Kadin pada 2010-2015 ini.

Munas VII Kadin direncanakan dibuka Presiden RI Joko Widodo. Sedikitnya, 2.000 orang terdiri dari peserta dan peninjau akan hadir di dalam acara.


Menjelang perhelatan Munas, beberapa nama muncul dalam bursa pencalonan Ketua Umum Kadin. Sejauh ini, tiga nama telah menyatakan kesediaan memimpin organisasi yang menghimpun para pengusaha di tanah air itu, di antaranya mantan Menteri Perdagangan RI dan juga pimpinan kelompok usaha Panasonic Gobel, Rachmat Gobel, kemudian Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perbankan dan Finansial, Rosan Roeslani, serta Ketua Komite Tetap Hubungan Kerjasama Lembaga Luar Negeri Kadin, Maxi Gunawan.

Rachmat Gobel atau akrab disapa RG, mengatakan motivasi pencalonannya diikuti komitmen untuk membangun kemajuan dan kebesaran Kadin jika dipercaya peserta munas guna memimpinnya ke depan. Selain itu, RG ingin meletakkan prioritas terhadap organisasi Kadin dalam semangat maupun kiprah persatuan yang utuh, di samping sebagai mitra efektif dan kuat bagi pemerintah.

"Jadi, saya telah menyatakan maju dalam pencalonan ketua umum Kadin, dan akan menjadikan Kadin disegani baik di dalam negeri maupun di lingkungan internasional, utamanya atas dasar modal persatuan Kadin dan kebersamaan dengan pemerintah," ujarnya di Jakarta, Jumat (13/11).

Ditambahkan, ia sangat menginginkan adanya persatuan Kadin dalam satu wadah solid dan kuat. "Kadin harus satu, dan jangan lagi ada dualisme. Karena Kadin yang bersatu adalah Kadin kita semua. Dengan Kadin bersatu, maka Indonesia tak akan terkalahkan di dalam peran ekonominya," tegas Rachmat.

Dengan begitu, ia merasa kini semangatnya terpanggil untuk mempersatukan kembali seluruh kekuatan pengusaha Indonesia, melalui keberadaan Kadin sesuai UU No. 1/1987 yang mendasari kelahirannya. "Bagi saya hanya ada satu Kadin. Jika kemarin seolah ada dua versi, hal itu karena kedua versi sangat mencintai Kadin yang satu tetapi kemudian terjadi perbedaan persepsi," tutur RG.

Pada sisi lain, ia akan berupaya menemukan persamaan di antara perbedaan kepentingan di lingkungan para pengusaha nasional, sebagai prasyarat tumbuhnya daya saing bangsa Indonesia. Ia berkeyakinan, Kadin yang kuat dan bersatu dapat menghasilkan hal-hal lebih positif untuk bangsa, oleh karena itu Kadin harus menyatukan segala potensi dan kekuatan pengusaha nasional yang ada, tanpa mengabaikan jalinan kerjasama dengan pemerintah.

"Melalui prasyarat dan fondasi persatuan Kadin dan semangat kemitraan dengan pemerintah itulah, saya memberanikan diri menawarkan pokok gagasan saya melalui kata kunci inovasi, entrepreneurship, dan economic growth. Inilah tiga pilar Kadin dalam memperkokoh mandat kebangkitan dan kemandirian bangsa Indonesia menuju negara industri 2025," jelasnya.

Dengan Kadin yang kuat dan sebagai mitra pemerintah pula, aku Rahmat, otomatis keberadaan keduanya akan mengupayakan sebuah mandat besar demi terwujudnya ketahanan ekonomi nasional yang diharapkan. Menurutnya, para pengusaha membutuhkan Kadin yang kuat guna menghadapi tantangan berat akibat situasi melemahnya ketahanan ekonomi nasional dan yang kini terjadi di banyak negara.

"Sementara, prinsip memperjuangkan kepentingan bersama dalam satu wadah Kadin merupakan cita cita saya yang sesungguhnya. Saya yakin hal itu juga keinginan semua kalangan, baik tokoh maupun generasi muda pengusaha Indonesia termasuk pemerintah sendiri. Sebab, jika Kadin bersatu maka Indonesia tak terkalahkan," demikian Rahmat dalam keterangan yang diterima redaksi. [rus]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya