Berita

Nusantara

Syamsul Arifin Prihatin Sumut Diterpa Badai Korupsi

JUMAT, 13 NOVEMBER 2015 | 14:40 WIB

Mantan Gubernur Sumatera Utara, Syamsul Arifin mengaku sangat prihatin dengan semakin parahnya badai korupsi yang melanda para pemimpin Provinsi Sumatera Utara.

"Kita berdoa juga supaya kawan-kawan yang sedang tertimpa musibah kuat imannya dan diberi kemudahan termasuk ketabahan bagi keluarga," katanya, Jumat (13/11).

Sebagai mantan gubernur, Syamsul berkeyakinan persoalan korupsi ini menjadi sumber dari lambannya pembangunan di Sumatera Utara. Salah satu indikasi utama menurut Syamsul terlihat dari semain merosotnya target pendapatan asli daerah (PAD) Sumatera Utara.


"Pada zaman saya dulu PAD kita sudah Rp 9 triliun, kemudian target menjadi Rp 15 Triliun. Tapi sekarang kok turun lagi ke kisaran angka Rp 8 triliun," bebernya.

Dengan PAD seperti ini, maka Syamsul berpendapat Sumut sudah ketinggalan jauh dari daerah lain yang potensi PAD nya jauh di bawah Sumut.

"Kita sudah kalah dari Bogor, padahal mereka tidak punya potensi sebesar Sumut," ujarnya mengutip dari MedanBagus.Com (Grup RMOL).

Berkaca dari pengalamannya memimpin Sumut, Syamsul mengatakan seorang gubernur haruslah bertanggung jawab penuh terhadap seluruh kinerja anak buahnya di pemerintahan.

"Kita harus bertanggungjawab bagaimana solusi. Prinsip saya dulu, apapun kesalahan anak buah saya, saya bertanggung jawab penuh. Mana boleh kecewa sebagai pemimpin," ujarnya.[wid]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya