Berita

foto:net

BNPB Siapkan Anggaran Rp 150 M Untuk Antisipasi Banjir Dan Longsor

JUMAT, 13 NOVEMBER 2015 | 14:34 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan anggaran sebesar Rp 150 miliar untuk mengantisipasi bencana banjir dan longsor.

"Potensi banjir dan longsor makin meningkat memasuki musim penghujan. Antisipasi harus disiapkan agar penanganan bencana menjadi lebih baik. Saat ini bencana masih dilihat sebagai ad-hoc. Artinya, hanya fokus saat tanggap darurat," sebut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangannya sesaat lalu, Jumat (13/11).

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sendiri, kata Sutopo, saat ini memprediksikan musim hujan normal. Sebagian besar wilayah Indonesia sudah akan hujan pada Desember 2015 dan puncak hujan diprediksikan Januari 2016.


Jelas Sutopo, banjir dan longsor diperkirakan akan mendominasi bencana selama musim penghujan. Puncak kejadian banjir dan longsor terjadi bersamaan dengan puncak musim hujan yaitu pada Januari.

Dampak yang ditimbulkan cukup besar. Selama kurun waktu 1815-2014 terdapat 8.501 kejadian banjir dan longsor yang cukup besar. Dampaknya 31.432 orang tewas, 20,7 juta mengungsi dan menderita dan ratusan ribu rumah rusak. Kerugian ekonomi yang ditimbulkan juga besar, misalnya pada tahun 2014 terjadi banjir Jakarta sekitar Rp 5 triliun, banjir dan longsor di 16 kabupaten/kota di Jawa Tengah Rp 2,01 triliun, dan banjir bandang di Sulawesi Utara Rp 1,4 triliun.

Untuk itu, Lanjut Sutopo, antisipasi menghadapi banjir dan longsor harus ditingkatkan. Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) telah menggelar rapat koordinasi tingkat kementerian, lembaga dan kepala daerah pada hari ini (Jumat, 13/11). Strategi yang perlu dilakukan untuk menghadapi banjir dan longsor antara lain rakor teknis, sosialisasi, perencanaan kontinjensi, pelatihan, pengerahan sumber daya, dan lainnya.

"Untuk mendukung penanganan darurat, BNPB menyiapkan Rp 150 miliar dari dana siap pakai. Dana ini diambilkan dari pos dana siap pakai Rp 2,5 triliun yang alokasinya untuk penanganan darurat bencana selama tahun 2015 untuk semua jenis bencana. Penggunaan dana tersebut disesuaikan kebutuhan, baik di tingkat pusat maupun pemda. Selain itu, pemda juga diharapkan mengalokasi anggaran dari APBD untuk penanganan bencana di daerahnya," demikian Sutopo. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya