Berita

Nusantara

Tugas Badan Penghubung Riau Bukan Lagi Perwakilan Di Jakarta

JUMAT, 13 NOVEMBER 2015 | 10:56 WIB | LAPORAN:

Pemerintah Daerah Provinsi Riau melalui Badan Penghubung Provinsi gelar Rapat Koordinasi (Rakor) di Jakarta, kemarin.

Kepala Badan Penghubung Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, Doni Aprialdi mengemukakan dua hal penting dari rakor tersebut. Pertama Riau saat ini mesti mengejar pertumbuhan pembangunan nasional dan kedua secara resmi Badan Penghubung Provinsi Riau di Jakarta tidak lagi berfungsi sebagai kantor perwakilan semata tetapi sudah difungsikan secara tata pemerintahan sebagai duta daerah di Jakarta.

Doni lantas mengutarakan hasratnya untuk mempercepat pembangunan di Riau supaya tidak tertinggal. Untuk itu usai Rakor ini pihaknya menyatakan siap berkomunikasi kepada Gubernur sampai kementerian terkait.


"Kita ingin ada pemerataan pembangunan nasional jadi pertumbuhan pembangunan yang baik janganlah di daerah-daerah tertentu saja, Provinsi Riau juga butuh diberikan bantuan dan program dari pusat," ujar Doni.

Riau yang mampu menyumbang devisa dari sumber daya alam berupa minyak atau sawitnya dengan jumlah mencapai 40 persen untuk Indonesia menurutnya belum bisa dianggap makmur.

"Kalau dibilang penghasil kami memang kaya karena bisa menghasilkan minyak buat republik ini tapi kalau dibilang Riau kaya saya bantah! Lihatlah Riau itu masih miskin,"  katanya berapi-api.

Ia menilai kondisi masyarakat Riau jika dibandingkan dengan provinsi lain, terutama yang ada di Pulau Jawa, sangatlah jauh.

"Sebagai daerah penghasil kami juga ingin merasakan hasilnya dengan pertumbuhan yang bagus di provinsi kami," lanjut pria berkumis itu.

Tak cuma itu, Doni juga menerangkan kondisi Riau terakhir usai kebakaran hutan. Imbas dari kebakaran itu diakuinya hingga kini belum kelar.

"Alhamdulillaah kalau api dan asap sudah hilang karena ada hujan tapi efeknya itu yang belum selesai. Sampai sekarang masih banyak orang dewasa sampai anak-anak yang penyakitan jadi kami masih butuh itu bantuan termasuk obat-obatan," ucapnya.

Dalam poin penting kedua, Doni yang dalam rakor itu mewakili Plt Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman menegaskan tugas Badan Penghubung sekarang lebih luas dari pada kantor perwakilan wilayah.

"Diharapkan kepada seluruh Kabupaten/Kota se-Riau bilamana ada tugas urusan yang krusial di tingkat pusat di Jakarta haruslah menyempatkan untuk berkoordinasi dengan Badan Penghubung, kami siap fasilitasi segala urusan," katanya.

Kepala Seksi Wilayah IV Ditjen Otda Kementerian Dalam Negeri Zainal mengatakan, untuk bisa merealisasikan dua hal yang telah dikemukakan Doni maka Badan Penghubung mesti bisa memetakan berbagai urusan pemerintahan.[wid]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya