Berita

net

Hukum

Serang BPK, ICW Teman Ahok!

KAMIS, 12 NOVEMBER 2015 | 15:50 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Laporan ‎Indonesia Corruption Watch (ICW) mengenai kasus dugaan potensi konflik kepentingan dan pelanggaran etik yang dilakukan Kepala BPK Perwakilan Jakarta ke Inspektorat Utama BPK dinilai sarat nuansa politis, terlalu dipaksakan, tidak penting dan tendensius.

Penilaian tersebut disampaikan‎ Presiden Gerakan Pribumi Indonesia (Geprindo) ‎Bastian P Simanjuntak dalam pesan elektronik yang dipancarluaskannya, Rabu (12/11).

"Laporan ICW patut diduga bertujuan untuk menjatuhkan citra BPK dan memecahkan konsentrasi penyidik BPK. Bisa juga sebagai upaya intimidasi terhadap anggota BPK DKI yang saat ini sangat kritis dalam menangani kasus-kasus besar di DKI," kata Bastian.‎


‎ICW, seperti diketahui bersama, adalah LSM yang fokus melaporkan kasus-kasus korupsi yang ada di Indonesia. Beberapa kali ICW melaporkan kasus-kasus korupsi ke KPK. Namun  jadi pertanyaan, kata Bastian, kenapa ICW tidak kritis terhadap kasus-kasus korupsi besar di Pemprov DKI seperti kasus Transjakarta, Sumber Waras, Taman BMW, dan UPS‎.

"Sikap ICW benar-benar aneh. B‎ahkan ICW terlalu tendensius membela Pemprov DKI dan Menyudutkan DPRD. Terlebih lagi ketika ICW melaporkan ketua BPK DKI atas permasalahan kode etik. Sejak kapan ICW mengurusi kode etik?" ucap Bastian.

‎Oleh karenanya, kata Bastian, wajar bila publik menilai pelaporan ICW sebagai upaya untuk menggiring citra institusi DPRD dan BPK ke arah yang negatif. Sama persis dengan apa yang dilakukan Teman Ahok, yang mengkampanyekan DPRD DKI sebagai tukang begal dan meragukan objektifitas hasil audit BPK DKI.

"Jangan-jangan ICW "Teman Ahok?" S‎angat tidak elok dan tidak elegan jika LSM sekelas ICW membuang-buang waktu mengurusi masalah kode etik BPK. Saya yakin tidak semua anggota ICW yang setuju dengan kelakuan ICW saat ini. Ini pasti ulah oknum saja, yang barangkali punya hubungan dekat dengan Pemprov DKI," kata Bastian.

"Sebaiknya ICW berbenah diri, dan benar-benar fokus dengan kasus-kasus korupsi besar yang dilakukan oleh eksekutif yang kongkalikong dengan pengusaha. Jadilah pegiat anti korupsi secara profesional, jangan terseret-seret permainan politik elit. Jaga terus netralitas agar Indonesia terbebas dari korupsi," demikian Bastian.[dem]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya