Berita

Merpati Nusantara Airlines/net

Bisnis

Pemerintah Tawari Swasta Terbangkan Kembali Merpati Nusantara Airlines

KAMIS, 12 NOVEMBER 2015 | 09:36 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pemerintah melalui Kementerian BUMN, berniat menghidupkan kembali perusahaan penerbangan milik negara, Merpati Nusantara Airlines (MNA). Dalam waktu dekat, Kementerian BUMN bakal menawarkan Merpati kepada pihak swasta untuk diaktifkan kembali.

Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Aloysius K Rio membeberkan, meski sudah tidak melayani penerbangan, Merpati masih memiliki nama baik di mata investor, sehingga menghidupkan kembali Merpati merupakan langkah realistis.

"Kita siapkan penawaran kepada investor mulai kuartal I-2016 mendatang. Investor baru tersebut dipastikan adalah investor baru yang belum pernah masuk ke dalam privatisasi BUMN. Mereka melihat nama Merpati yang masih sangat baik di bisnis penerbangan lokal. Kita ingin Merpati hidup kembali," ujar Aloy di Jakarta.


Untuk investor, dia mengungkapkan telah ada penanam modal yang tertarik menghidupkan kembali Merpati. Investor tersebut berasal dari dalam dan luar negeri. Namun, dia mengaku belum bisa menjelaskan secara rinci.

Aloysius menyatakan, sebelum menawarkan pada investor, langkah pertama yang akan dilakukan pemerintah adalah dengan menyelesaikan seluruh utang perusahaan atas gaji karyawan yang belum terbayarkan.

Menurut Aloy, karena Merpati sudah tidak memiliki aset, pemerintah akan membayarkan gaji karyawan dengan penyertaan modal negara atau PMN yang sedang diupayakan cair.

Hak karyawan yang akan ditanggung melalui PMN seluruhnya senilai Rp 1,4 triliun, termasuk pesangon. Meskipun demikian, PMN untuk Merpati nantinya hanya dijatah Rp 500 miliar.

"Karena dananya terbatas, prioritas pemerintah pada gaji terutang terlebih dahulu. Sementara untuk pesangon akan kita usahakan lagi pendanaannya," kata Aloysius.

Meski hanya akan membantu menyelesaikan utang atas gaji karyawan, Aloysius menegaskan, pemerintah tidak akan lagi memberikan suntikan modal untuk pengoperasian Merpati pasca-diambilalih oleh swasta nantinya.

"Tapi kita nggak mau lagi namanya equity injection dan equity swap. Terutang kita selesaikan, kalau pesangon kita bicarakan dengan calon investor," ujar Aloysius.

Sebelumnya, Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, dengan masuknya investor, otomatis saham pemerintah di Merpati akan berkurang porsinya alias terdilusi. Kendati begitu, Rini mengaku tak keberatan.

"Tidak masalah terdilusi, asal maskapai ini bisa terbang lagi," singkatnya.

Saat ini, investor tengah mempelajari secara seksama bisnis Merpati, yang meliputi penerbangan dan pemeliharaan.

Sebagai informasi, Merpati memiliki utang sebesar Rp 9,2 triliun. Utang tersebut diperoleh dari pemerintah via Kementerian Keuangan, PT Pertamina (Persero), PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, PT Angkasa Pura (Persero) Tbk, dan kreditor.

Per Desember 2013, ekuitas maskapai penerbangan ini tercatat negatif sebesar Rp 4,96 triliun. Sedangkan total aset tercatat mencapai Rp 1,5 triliun yang semuanya telah diagunkan kepada kreditor. ***

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

UPDATE

Parlemen dan Pemerintah Sepakat Lanjutkan Pembahasan RUU Daerah Kepulauan

Kamis, 25 Juni 2026 | 18:09

Caddy Diduga Dianiaya di Lapangan Golf Tangerang, Polisi Diminta Turun Tangan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:38

Menkes: AI Tak Bisa Gantikan Sentuhan Dokter kepada Pasien

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:29

TNI Turun ke Sawah, DPR: Bukan Dwifungsi tapi Optimalisasi

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:17

RI Berkomitmen dalam Transisi Energi Melindungi Lingkungan dan Pekerja

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:15

Trump Sebut Erdogan Nyaris Seret Turki ke Perang Iran

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:09

Indonesia Masih Jadi Destinasi Investasi Menjanjikan di Kawasan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:04

Peran Bos Maktour Travel Fuad Hasan Dikuliti KPK, Bakal Tersangka?

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:00

Dokter Tifa Jalani Sidang Perdana di PN Jaktim 2 Juli

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:50

JMSI Desak Pengembalian Akun IG Hensa yang Hilang Usai Kritik MBG

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:46

Selengkapnya