Berita

Anang Iskandar/net

Hukum

Anang Didesak Tuntaskan Kasus Warisan Buwas

KAMIS, 12 NOVEMBER 2015 | 10:26 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Setelah melanjutkan penyidikan kasus dugaan korupsi di PT. Pelindo II, Kabareskrim Polri Komjen Anang Iskandar didesak segera melanjutkan penyidikan kasus-kasus lain yang pernah diungkap Kabareskrim yang lama Komjen Budi Waseso (Buwas).

Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane mengatakan, sedikitnya ada sembilan kasus korupsi yang pernah diungkapkan Buwas, antara lain kasus yang diduga melibatkan mantan Wamenkumham Denny Indrayana, kasus penjulan kondensat bagian negara, kasus Pertamina Foundation, dan lainnya.

Dalam kasus Pertamina Foundation misalnya, Bareskrim sudah mengirimkan SPDP ke Kejaksaan Agung pada 2 September 2015 dengan tersangka NNP yang sempat mendaftar sebagai capim KPK. Bahkan, sebelum Buwas dilengserkan, Bareskrim sempat menggeledah kantor Pertamina Foundation.


"IPW berharap Anang segera menuntaskan kasus ini," kata Neta dalam rilisnya, Kamis (12/11).

Ia menilai, Anang memang tipe pemimpin yang slow tapi terus berinovasi. Semula IPW ragu bahwa Anang akan mampu menuntaskan hasil kerja Buwas di Bareskrim yang melakukan pemberantasan korupsi. Tapi Anang kemudian membuktikan kepada publik bahwa kasus Pelindo II dilanjutkan dan Dirut Pelindo II RJ Lino diperiksa selama 9,5 jam. Kinerja Anang ini patut diberi apresiasi dan Anang diharapkan segera menuntaskan kasus kasus lain, yang sudah dikerjakan Buwas, seperti kasus Deni Indrayana, kasus Pertamina Fondution, kasus Kondensat dan lain-lain.

"Sikap slow Anang ini ternyata sangat tepat, terutama setelah muncul kontroversial dalam penanganan kasus-kasus korupsi yang dilakukan Bareskrim hingga kemudian Buwas dicopot. Bagi IPW sikap Anang ini bukan masalah sepanjang kasus kasus yang ada dituntaskannya dengan tuntas, sehingga kasus Pelindo II, kasus Deni Indrayana, kasus Kondensat, kasus Pertamina Foundation bisa segera masuk ke pengadilan. Dengan demikian kepercayaan masyarakat bahwa Polri bisa memberantas korupsi akan tumbuh," demikian Neta. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya