Berita

ahok/net

Nusantara

JELANG PILGUB DKI

Ahok Diuntungkan Kalau Lawannya Makin Banyak

RABU, 11 NOVEMBER 2015 | 16:31 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Peneliti politik senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris mengatakan incumbent Basuki Tjahja Purnama alias Ahok akan diuntungkan kalau lawannya makin banyak di Pilgub DKI Jakarta 2017 mendatang.

"Makin banyak pesaing Ahok, makin menguntungkan bagi Ahok, suaranya justru pecah, jadi untungkan Ahok," sebut Haris dalam acara rilis survei Cyrus Network di Jakarta, Rabu (11/11).

Dari rilis survei terbaru Cyrus bahwa antara loyalis dan pembenci Ahok saat ini cenderung berimbang di sekitar 40 persen. Makanya menurut Haris, jika ingin melawan Ahok, maka pesaingnya harus memanfaatkan pemilih yang tidak suka dengan Ahok.


Sejauh ini, Haris memang melihat banyak tokoh mengejutkan yang muncul seperti Adhyaksa Dault. Haris juga masih melihat sosok Ridwan Kamil dan Tri Rismaharini merupakan pesaing potensial Ahok.

"Jadi terlihat Adhyaksa lebih mafaatkan segmen pemilih yang tidak suka sama Ahok, sejauh mana kelompok anti Ahok ini mempeluas jaringannya dalam pilkada nanti. Memang lawan paling siginifikan sejauh ini Ridwan Kamil atau Risma. Kalau mau lawan Ahok, pesaingnya harus bersatu terus kontroversi Ahok nanti mengut, jadi lebih kompetitif," demikian Haris.

Berdasarkan hasil survei Cyrus Network yang dirilis hari, didapati elektabilitas calon kepala daerah DKI masih dipimpin oleh Ahok (40,7 persen), disusul Ridwan Kamil (15,9 persen), Tri Rismaharini (9,1 persen), Adhyaksa sebesar (6,7 persen), Nachrowi Romli (5 persen), Tantowi Yahya (3,2 persen), Biem Benyamin (3,1 persen), Abraham Lunggana (2,3 persen), Djarot Saiful Hidayat (1,3 persen), Faisal Basri (0,9 persen), Boy Sadikin (0,7 persen) dan Sandiaga Uno (0,3 persen). [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya