Berita

Sugiyanto/net

Politik

Sudirman Said Diperingatkan Jangan Sebar Sampah

RABU, 11 NOVEMBER 2015 | 07:37 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Menteri Sudirman Said menyebut ada politisi yang meminta saham ke Freeport. Agar tidak dianggap fitnah belaka, Sudirman pun ditantang membuka identitas pelaku ke publik.

"Karena ini menyangkut nama baik bangsa, sebaiknya Menteri ESDM sebut nama. Kalau tidak berani sebut nama, sama saja pernyataannya sampah atau hoax," ujar pengamat politik dari Masyarakat Pemantau Kebijakan Eksekutif dan Legislatif (Majelis) Sugiyanto kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu (Rabu, 11/11).

‎Menteri Sudirman sebelumnya mengatakan ada tokoh politik dari partai penguasa dan namanya cukup terkenal meminta saham dan diberikan proyek listrik di Timika kepada Freeport.‎ Dengan mencatut nama Presiden Jokowi dan Wapres JK, si politisi tersebut menjamin izin eksplorasi Freeport di Papua bisa diperpanjang asalkan permintaannya dipenuhi.

‎Menurut Sgy, demikian Sugiyanto disapa, ‎Menteri Sudirman harus membuka siapa politisi pemalak tersebut. Namanya harus dibuka ke publik karena tindakannya telah merusak harga diri bangsa. Permintaan saham, katanya, perlu diwaspadai sebagai modus baru korupsi.

‎"Menteri ESDM harus sebut nama, harus dibuka siapa pencatut nama Presiden secara terang benderang," katanya.

‎Menurut dia, tidak ada pilihan bagi Menteri Sudirman selain harus membuka identitas si politisi pemalaknya ke publik. Kalau tidak, bisa saja Sudirman dianggap tengah mencitrakan dirinya agar tidak kena reshuffle jilid II.

"Kalau sudah disebutkan nama, maka bisa dilakukan konfrontasi dan klarifikasi. Jangan nanti cuma pencitraan doang, atau nanti (Anda) disebut publik sebagai pembohong besar," tukas Sgy.‎[dem]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Serap Aspirasi Warga Pandeglang, Arif Rahman Kawal Sektor Pertanian dan Perikanan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 10:14

Hormati Putusan MK, Komisi X DPR Minta Pendidikan dan MBG Tetap Jalan Beriringan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:57

Harga Minyak Dunia Catat Kenaikan Bulanan Terbesar Sejak Maret

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:51

Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu, Satu Gram Jadi Rp2,6 Juta

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:41

Kesiapan Fasilitas Zikir Kebangsaan Monas: Dari Ambulans Hingga Ratusan Ribu Konsumsi

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:34

K-SIGN Rote Ndao Dipacu Jadi Pilar Swasembada Garam Nasional

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:15

Harga Logam Mulia Terkoreksi Meski Mampu Akhiri Tren Penurunan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:02

Dul Mungkin Tak akan Naik Bus Malam Lagi Setelah Ketahuan Bawa Sabu

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:45

Arab Saudi Sambut Kesepakatan Pelucutan Senjata di Gaza, Israel Harus Mundur

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:34

Ramai Mal Pasang Pagar Tinggi di Tengah Situasi Kamtibmas Kondusif

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:23

Selengkapnya