Berita

hidayat nur wahid/net

MPR: Pejuang Konstitusi Juga Layak Digelari Pahlawan

RABU, 11 NOVEMBER 2015 | 00:25 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Peringatan Hari Pahlawan ke-70 tahun 2015 ini terasa lain. Karena pada peringatan kali ini ditandai dengan penganugerahan gelar pahlawan kepada Ki Bagus Hadikusumo. Penganugerahan gelar pahlawan kepada Ki Bagus Hadikusumo seolah-olah diluar kebiasaan yang berlaku selama ini, dimana pahlawan itu hanya diberikan kepada  pejuang yang turut mengangkat senjata untuk merebut kemerdekaan.

Namun, kebiasaan itu tidak berlaku kepada Ki bagus Hadikusumo. Selama hidupnya Ki bagus Hadikusumo lebih dikenal sebagai sosok yang lebih banyak memperjuangkan konstitusi bagi Indonesia. Ia dikenal sebagai salah satu anggota BPUPKI yang menyiapkan naskah Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia. Ki bagus Hadikusumo tidak dikenal sebagai sosok yang ikut mengangkat senjata  dan berperang melawan penjajah.  

Pernyataan itu disampaikan Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid MA saat menyampaikan pemikirannya pada dialog pilar negara yang berlangsung di Ruang Presentasi Perpustakaan MPR, Senayan, Jakarta, Selasa (10/11). Bersama Didik Pradjoko, ahli sejarah dari UI, keduanya membahas tema 'Menggali Nilai-nilai Kepahlawanan'.
 

 
Selain kepada Ki Bagus Hadikusumo, menurut Hidayat selayaknya Indonesia juga memberikan penganugerahan gelar pahlawan kepada R. Kasman Singodimedjo. Karena seperi Ki Bagus, Kasman juga berkontribusi dalam perjuangan penyusunan konstitusi di Indonesia.

"Mudah-mudahan di tahun-tahun yang akan datang, giliran Kasman Singodimedjo yang mendapat penganugerahan gelar pahlawan," kata Hidayat menambahkan.

Ke depan Hidayat berharap akan ada penganugerahan gelar pahlawan kepada tokoh-tokoh dari bidang pengabdian yang lain. Dan tidak melulu kepada para pejuang yang ikut mengangkat senjata. Meski sampai kapanpun, mereka yang berjuang mengangkat senjata untuk kepentingan bangsa dan negara akan tetap sesuai untuk diberikan gelar pahlawan.

"Ketika kita mengalami darurat asap, darurat narkoba, darurat korupsi hingga darurat kejahatan pedofilia, bukan tidak mungkin akan ada sosok pahlawan yang dianugerahi dari bidang tersebut, meski mereka tidak pernah berharap mendapat gelar pahlawan," tukas politisi senior PKS itu. [ysa]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya