Berita

ahmad basarah/net

PA GMNI Bertekad Wujudukan Masyarakat Pancasila

SELASA, 10 NOVEMBER 2015 | 23:31 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

 â€Ž Ketua Umum Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Ahmad Basarah berkomitmen membawa organisasi yang dipimpinnya untuk berada di garda terdepan dalam mewujudkan cita-cita masyarakat Pancasila melalui jalan Trisakti.‎

Basarah menyadari bahwa perjuangan tersebut memang bukanlah perkara mudah karena baik ideologi Pancasila, maupun haluan Trisakti, saat ini dalam ancaman dan masalah yang sangat serius. 

‎Di bidang ideologi, saat ini kita dihadapkan oleh berbagai tantangan dan ancaman ideologis dari dalam dan luar negeri. Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara kita tengah menghadapi proses deideologisasi," kata Basarah saat menyampaikan pidato pada Pengukuhan Pengurus DPP PA GMNI masa bhakti 2015-2020, di Hotel Sahid, Jakarta (Selasa, 10/11).


‎Basarah mengungkapkan, proses deideologisasi Pancasila bisa dilihat bagaimana nilai-nilai luhur yang terkandung dalam sila-sila Pancasila nyaris tergerus dalam pertarungan ideologi individualisme-liberalisme dan fundamentalisme agama yang tengah beraksi di tengah-tengah masyarakat kita saat ini. Nilai-nilai individualisme dan liberalisme, kata dia, telah ditransformasikan secara terstruktur, sistematis dan massif,  seolah harus diterima sebagai standar nilai baru yang terbaik dalam pembangunan sistem politik, ekonomi dan budaya di Indonesia. 

‎Nilai-nilai dalam Pancasila bahkan seolah-olah dianggap usang, tidak up to date dan karenanya kehilangan relevansinya terhadap upaya menyelesaikan berbagai persoalan kemasyarakatan, kebangsaan dan kenegaraan," ungkap Ketua Fraksi PDIP di MPR ini. 

‎Deideologisasi Pancasila ini, lanjut Basarah, juga telah membuat negara tidak memiliki legitimasi ideologis untuk memverifikasi dan memfilter berbagai penetrasi ideologis yang bersembunyi di balik kepentingan yang berhadapan dengan kekuasaan negara.  Hal ini, tambah basarah, dapat mendorong perilaku kekuasaan negara menjadi pragmatis, atau bahkan tunduk pada nilai-nilai dalam individualisme dan liberalisme. 

"‎Begitupula dengan sikap negara yang cenderung permisif terhadap fenomena munculnya radikalisme yang menyusup melalui isu-isu kebebasan dan demokratisasi," ungkapnya. 

‎Basarah menjelaskan, di bidang politik, nilai-nilai individualisme, liberalisme dan kapitalisme telah menggusur semangat gotong-royong dan persatuan nasional di antara elemen-elemen kekuatan politik nasional bangsa Indonesia. Esensi politik sebagai jalan mewujudkan kebaikan bagi publik telah nyaris sirna dari perpolitikan di Indonesia. 

‎Liberalisasi di bidang politik juga paralel dengan liberalisasi ekonomi saat ini. Bagi pendukung liberalisme, nilai-nilai Pancasila, khususnya sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia adalah ancaman ideologis utama sehingga Pancasila harus disingkirkan dari praktek kehidupan berbangsa dan bernegara, ditempatkan dalam penjara formalitas dan simbolik kenegaraan tanpa memiliki fungsi praksisnya sebagai dasar perilaku dan panduan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. 

‎"Memori kolektif bangsa tentang Pancasila digusur, mindset dan karakter bangsa dirusak dengan penetrasi nilai-nilai liberal yang sama sekali tidak memiliki akar historis dan sejalan dengan filosofi bangsa. Akibatnya, bangsa Indonesia hari ini tengah mengalami proses amnesia terhadap nilai-nilai dan sejarah bangsanya sendiri," demikian Basarah [ysa]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Tom Holland dan Zendaya Bakal Rehat Setelah Spider-Man Brand New Day

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:52

IAW: Ada Dugaan Intervensi Kasus Dedi Congor

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:51

Sidang Perdana Praperadilan Febrie Adriansyah Digelar 18 Agustus

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:42

Prabowo Tinjau Deretan Inovasi BRIN, dari Air Minum Darurat hingga Teknologi Nuklir

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:35

Komisi III DPR Minta Polisi Ungkap Pemasok Senpi di Yayasan Sekolah Jaksel

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:28

Partisipasi Bermakna di Black Box Regulasi Kesehatan

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:15

Amplop Berisi 14 Ribu Dolar Singapura Memang Dikembalikan, tapi Isinya Berkurang

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:02

Prabowo Tekankan Pentingnya Sains dan Teknologi bagi Masa Depan Bangsa

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:54

Isu Pergantian Kapolri Bisa Merugikan Presiden jika Tidak Hati-Hati

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:53

Food Station Masih Andalkan Laba Bersih dari PSO

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:30

Selengkapnya