Berita

Tamanuri/net

Politik

PILKADA SERENTAK 2015

Jauh Hari Potensi Gangguan Pilkada Sudah Diperkirakan

SELASA, 10 NOVEMBER 2015 | 11:45 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Persoalan teknis mau pun non teknis masih mengancam kelancaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 9 Desember 2015. Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencatat sembilan daerah masih belum tuntas menetapkan pasangan calon (Paslon) hingga saat ini. Selain itu, masih ada 22 kandidat belum ditetapkan pencalonannya, karena belum mendapat surat pemberhentian dari jabatannya dari instansi pemerintah daerah maupun DPRD.

Persoalan lain yang tak kalah penting yaitu kasus pemotongan anggaran Pilkada yang terjadi di beberapa daerah. Di Sulawesi Tengah, anggaran yang sebelumnya disepakati sebesar Rp 100 miliar dipangkas menjadi Rp 88.9 miliar. Sementara itu, di Konawe Utara (Sulawesi Tenggara) anggaran sebesar Rp 17.8 miliar dikurangi menjadi Rp 14.3 miliar, dan juga Banyuwangi yang anggarannya dipotong sebesar 2 miliar.

Anggota Komisi II DPR Tamanuri sudah memperkirakan bahwa masalah anggaran dan pencalonan akan menghantui pelaksanaan Pilkada serentak. Jauh sebelum persoalan ini mengemuka, ia sudah mengingatkan potensi kendala teknis Pilkada serentak dalam Rapat Dengar Pendapat (Rapat Dengar Pendapat) dengan KPU dan Kemendagri. Dalam masukannya saat itu, dia meminta agar penyelenggara Pilkada mempersiapkan berbagai antisipasi terhada potensi kendala pencalonan dan anggaran.


Dalam hemat Tamanuri, masih mencuatnya persoalan tersebut hingga saat ini, mengindikasikan bahwa masukan-masukan dari DPR belum direspon dengan baik oleh penyelenggara Pilkada. Legislator Fraksi NasDem ini menyayangkan masih adanya persoalan dalam eksekusi Pilkada Serentak pertama yang akan melibatkan 269 daerah di Indonesia ini.

"Sebelumnya kan saya sudah ngomong itu berkali-kali di RDP, terutama waktu itu pembahasan soal anggaran di mana ada daerah yang bermasalah dalam penganggaran untuk KPUD (Komisi Pemilihan Umum Daerah). Tapi buktinya kan persoalan itu masih ada di H-30," ungkap Tamanuri dalam rilisnya, Selasa (10/11).

Untuk beberapa KPUD yang mengalami pemangkasan anggaran, Tamanuri menawarkan solusi, di mana pemerintah pusat menutupi kekurangan yang terjadi akibat pemotongan. Dalam hematnya, hal ini bisa ditempuh demi kelancaran proses teknis di daerah, seperti logistik dan honorarium bagi petugas pelaksana.

"Pemerintah bisa menyalurkan dana tambahan tersebut sebagai bantuan. Sehingga kekurangan anggaran tidak akan menjadi permasalahan vital bagi daerah-daerah yang teridentifikasi telah dipotong anggarannya," tukas legislator dari Dapil Lampung II ini. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya