Berita

Serapan CPNS Penyandang Disabilitas Masih Rendah

SENIN, 09 NOVEMBER 2015 | 21:05 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pengentasan dan penanggulangan kemiskinan di Indonesia memerlukan keseriusan. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan, keseriusan antara lain diperlukan dalam pendampingan, metode dan pendekatan.

Keseriusan, ujar Mensos saat kunjungan kerja di Kota Surabaya, Jawa Timur, Senin (9/11), karena intervensi program pemerintah untuk masyarakat agar terjadi peningkatan dan penguatan secara ekonomi, berdaya guna, tepat sasaran dan tepat target.

"Saya kira keseriusan diperlukan dalam intervensi program pemerintah untuk meningkatkan dan penguatan ekonomi masyarakat agar berdaya guna, tepat sasaran dan tepat target," katanya.


Salah satu tugas dan fungsi (tusi) Kementerian Sosial (Kemensos) adalah pemberdayaan terhadap warga yang kurang mampu, termasuk bagi para penyandang disabilitas.

"Para penyandang disabilitas mendapat perhatian serius dari pemerintah, baik menyangkut hak-hak normatif, juga dalam mendapatkan penghidupan yang layak," kata Mensos seperti tertulis dalam siaran pers yang disebar Humas Kementerian Sosial RI.

Tahun lalu, pemerintah menyediakan kuota 300 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) bagi para penyandang disabilitas. Namun, setelah dilakukan serangkaian seleksi yang lolos hanya 11 persen atau baru 33 orang.

"Dari kuota 300 lowongan CPNS tersebut, hanya 11 persen atau 33  orang saja yang lolos. Artinya, masih jauh dari yang diharapkan," katanya.
 
Pada posisi tersebut, Kemensos telah berkirim surat kepada Kementerian PAN dan RB agar dibuka kembali kuota bagi para penyandang disabilitas. Namun, sebelumnya mengundang pegiat dan organisasi penyandang disabilitas untuk evaluasi.   

 "Dalam pertemuan saya minta agar organisasi dan pegiat penyandang disabilitas menyiapkan SDM yang lebih siap dan nanti Kemensos akan meneruskan kepada Kemen PAN dan RB supaya dibuka kembali kuota CPNS," terangnya. [dem]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Transformasi Besar-besaran Prabowo Bikin Banyak Orang Kaget

Minggu, 21 Juni 2026 | 14:14

Wapres AS Tiba di Swiss untuk Perundingan Damai dengan Iran

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:50

KPK Ungkap Modus Pinjam Bendera di Proyek Gedung Pemkab Lamongan

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:19

Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-65 untuk Jokowi Lewat Instagram

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:05

Tidak Kena Pajak Daerah, Lapangan Golf Senayan Ottolima Layak Dievaluasi

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:04

Pemerintah Sambut Kritik Mahasiswa sebagai Penyempurna Kebijakan

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:00

Nanik S. Deyang Dituntut Audit Total BGN dan Program MBG

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:32

Pemerintah Harus Siapkan Solusi Jangka Panjang Usai Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:24

KPK-Pemprov DKI Sebarkan Pesan Antikorupsi Lewat Halte Setiabudi Integritas

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:22

Seskab dan Kepala BNN Diskusikan Ancaman Peredaran Narkoba Lewat Vape

Minggu, 21 Juni 2026 | 11:59

Selengkapnya