Berita

HPN 2016

Preskom SCTV: Pers Indonesia Juga Harus Revolusi Mental

SENIN, 09 NOVEMBER 2015 | 18:58 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pers Indonesia harus menempatkan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi dan golongan, bahkan di atas kepentingan pemilik media. Itulah esensi revolusi mental bagi pers yang dipahami Presiden Komisaris SCTV Eddy K. Sariaatmadja.

Hal ini disampaikannya ketika berdialog dengan Dewan Pers, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Panitia Hari Pers Nasional (HPN) 2016 di kantornya, lantai 22, SCTV Tower, Senayan City, Jakarta, Senin sore (9/11).

"Pers bertanggung jawab mentransformasi kehidupan masyarakat dan bangsa agar menjadi lebih baik," ujar Sariaatmadja yang dalam kesempatan itu didampingi Wakil Preskom SCTV Maria Suryani Zaini dan Presiden Direktur SCTV Sutanto Hartono.


Menurut Sariaatmadja, belakangan ini kerap ditemukan karya jurnalistik yang terlalu vulgar, kontraproduktif dan merusak kehidupan pribadi tertentu. Belum lagi, ada produk jurnalistik yang tampak jelas dipengaruhi euphoria dan pesan sponsor.

"Pemilik media seharusnya tidak berpolitik apalagi punya partai politik," katanya lagi.

Menurut Ketua Umum PWI Margiono, kritik yang disampaikan Eddy K. Sariaatmadja beralasan dan dapat dipahami. Fenomena seperti yang disampaikan Sariaatmadja memang terjadi. Karena itu pula, sambung Wakil Ketua Dewan Pers ini, sejak beberapa tahun belakangan masyarakat pers Indonesia menggalakkan uji kompetensi wartawan untuk meningkatkan kualitas karya jurnalistik.

"Pekerjaan kita memang tidak ringan, kita harus menanamkan semangat perubahan ke arah yang lebih baik di tengah masyarakat, di saat bersamaan juga menanamkan semangat yang sama di kalangan pers Indonesia," ujarnya.

Adapun Penasehat PWI Sofyan Lubis mengatakan, wartawan wajib memegang teguh Kode Etik Jurnalistik dalam menjalankan tugas. Selain itu, wartawan juga wajib meluruskan niat dalam menjalankan tugas, yakni untuk kepentingan umum dan masyarakat luas.

Selain Margiono dan Sofyan Lubis, ikut hadir dalam pertemuan itu Ketua HPN 2016 Teguh Santosa, Sekretaris HPN Suprapto dan beberapa pengurus inti PWI yakni Muhammad Ihsan, Kiki Iswara, Ahmed Kurnia, Marah Sakti Siregar, Agus Yuli, dan Agus Sudibyo.

Dalam dialog itu, Sariaatmadja juga mengatakan pihaknya sangat tertarik dan akan memberikan dukungan dalam kegiatan bhakti sosial operasi katarak di arena HPN 2016 yang akan diselenggarakan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Di Indonesia ini ada 2,8 juta penderita katarak. Sudah menjadi kewajiban kita untuk membantu saudara-saudara kita yang menderita katarak di manapun berada," demikian Sariaatmadja.

Dalam pelaksanaannya nanti, dia akan mengajak RSCM Karina, departemen di FKUI-RSCM, yang menyediakan jasa pelayanan, pendidikan dan penelitian kesehatan mata. [dem]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Serap Aspirasi Warga Pandeglang, Arif Rahman Kawal Sektor Pertanian dan Perikanan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 10:14

Hormati Putusan MK, Komisi X DPR Minta Pendidikan dan MBG Tetap Jalan Beriringan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:57

Harga Minyak Dunia Catat Kenaikan Bulanan Terbesar Sejak Maret

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:51

Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu, Satu Gram Jadi Rp2,6 Juta

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:41

Kesiapan Fasilitas Zikir Kebangsaan Monas: Dari Ambulans Hingga Ratusan Ribu Konsumsi

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:34

K-SIGN Rote Ndao Dipacu Jadi Pilar Swasembada Garam Nasional

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:15

Harga Logam Mulia Terkoreksi Meski Mampu Akhiri Tren Penurunan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:02

Dul Mungkin Tak akan Naik Bus Malam Lagi Setelah Ketahuan Bawa Sabu

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:45

Arab Saudi Sambut Kesepakatan Pelucutan Senjata di Gaza, Israel Harus Mundur

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:34

Ramai Mal Pasang Pagar Tinggi di Tengah Situasi Kamtibmas Kondusif

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:23

Selengkapnya