Berita

Politik

SURVEI FFH

Menteri Susi Lebih Dikenal Ketimbang Tjahjo, Siapa Yang Lain?

MINGGU, 08 NOVEMBER 2015 | 14:57 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Tingkat pengetahuan publik terhadap menteri Kabinet Kerja yang berasal dari professional atau non partai politik lebih baik ketimbang menteri yang berasal dari partai politik.

Hasil survei Founding Fathers House (FFH) menunjukkan Susi Pudjiastuti, Ignatius Jonan, Khofifah Indar Parawansa, Anies Baswedan dan Rizal Ramli masuk lima besar dalam kategori pertanyaan top of mind.

"Posisi lima teratas ditempati menteri non partai politik. Nama mereka muncul ketika responden ditanyai dalam riset serta tanpa disertai pilihan jawaban yang disediakan kuisioner," kata Peneliti Senior FFH Dian Permata dalam keterangannya kepada redaksi, Minggu (8/11).


Dia menjelaskan Susi Pujiastuti dikenal publik 16.5 persen, IGN Jonan 14.1 persen, Khofifah Indar Parawansa 9.3 persen, Anies Baswedan 3 persen, dan Rizal Ramli 2.3. Mereka lebih dikenal daripada Imam Nachrowi yang dikenal publik 2.3 persen, Lukman Hakim Saefuddin 0.8 persen, Pramono Anung 0.8 persen, Tjahyo Kumolo 0.8 persen, Puan Maharani 0.5 persen, lainnya 4.8 persen, dan tidak tahu atau tidak jawab 61 persen.

"Tingginya tingkat pengenalan publik terhadap lima menteri dalam metode top of mind dilatarbelakangi frekuensi kemunculan mereka di media massa. Tentu saja, frekuensi liputan media massa terhadap nama-nama menteri itu juga dipengaruhi oleh inovasi atau terobosan, kebijakan yang dikeluarkan, memiliki news value tinggi, isu kekinian, atau bisa memiliki nilai kontroversi tinggi," papar Dian.

Dian menambahkan untuk inovasi atau terobosan kebijakan sebagai contoh seperti kebijakan penenggelaman kapal. Atau seperti pemberian hukuman kepada maskapai penerbangan yang memiliki catatan buruk soal ketepatan dalam memberikan pelayanan. Isu kekinian seperti kasus kekerasan terhadap anak dan asap karena kebakaran hutan. Sedangkan untuk yang memiliki kontroversi tinggi seperti kritikan pedas soal mega proyek PLN 35 ribu MW atau tantangan debat terbuka diantara pejabat negara.

"Makanya tidak mengherankan apabila dalam 1.5 bulan sejak dilantik, nama Rizal Ramli cukup dikenal. Dengan istilah Rajawali Ngepret yang sering ia lontarkan membuat publik mengenalnya. Apalagi, isu yang dilontarkannya cukup sensitif dan membuat panas telinga pihak terkait," katanya.
 
Kondisi ini berbanding lurus saat responden ditanyai perihal pengetahuan mereka terhadap posisi jabatan di Kabinet Kerja. Metoda yang digunakan juga sama dengan pertanyaan terbuka.

"Seperti sebutkan nama Menteri Kelautan dan Perikanan. Tanpa ada pilihan jawaban yang disajikan FFH. Hasilnya, sebanyak 25.8 persen menjawab Susi Pujiastuti dan 74.2 persen tidak tahu," katanya.

Responden menjawab nama Menteri Perhubungan yakni Ignatius Jonan 10 persen, Susi Pujiastuti 0.3 persen, dan 82.7 persen tidak tahu. Responden menjawab nama Menteri Sosial yakni Khofifah Indar Parawansa 16.8 persen dan 82.2 persen tidak tahu. Responden menjawab nama Menteri Kordinator Maritim dan Sumber Daya yakni Rizal Ramli 2.3 persen, Susi Pujiastuti 0.5 persen, dan 97.3 persen tidak tahu. Responden menjawab nama Menteri Kebudayaan, Pendidikan Dasar, dan Menengah yakni Anies Baswedan 7.5 persen dan 92.5 persen tidak tahu.

Anggapan ini kontras dengan menteri yang berasal dari partai politik. Sebut saja diantaranya Yasonna H Laoly, Hanya 0.8 persen reponden yang benar menjawab Menteri Hukum dan HAM adalah Kader PDI Perjuangan itu. 0.7 persen reponden menjawab Menteri Ketenagakerjaan dan Transmigrasi adalah Hanief Dhakiri. 0.3 persen reponden menjawab Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup adalah siti Nurbaya.

"Namun ada juga yang baik. Seperti Menteri Dalam Negeri. 4.5 persen responden menjawab Tjahyo Kumolo. 3 persen responden menjawab Menteri Agama adalah Lukman Hakim Saefuddin. 7 persen responden menjawab Menteri Olah Raga dan Pemuda adalah Imam Nachrowi," demikian Dian.

Riset dilaksanakan 10 September hingga 21 Oktober 2015 di 34 provinsi. Jumlah sampel 1090 responden dan sudah memiliki hak pilih atau sudah menikah. Margin of Error plus minus 2.97 persen. Tingkat kepercayaan (level of confidence) 95 persen. Metoda Top of Mind yakni brand atau produk yang menancap pertamakali di benak atau ingatan konsumen. Metoda ini kerap digunakan pada ilmu marketing. Namun, dalam kemajuan ilmu pengetahuan, metoda ini juga kerap digunakan dalam ilmu marketing politik dan survei. [dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Pelaku Kekerasan Seksual di Gili Trawangan Dibekuk di Bali

Rabu, 29 April 2026 | 16:19

Tak Terlantar Lagi, Keluarga Pasien RSUD Banggai Laut Bisa Pakai Rumah Singgah

Rabu, 29 April 2026 | 16:10

KPK Ungkap Ada yang Ngaku-ngaku Bisa Atur Kasus Bea Cukai

Rabu, 29 April 2026 | 16:09

Update Laka KA di Bekasi Timur: 15 Meninggal, 91 Luka-luka

Rabu, 29 April 2026 | 16:05

Anggota DPRD Jabar Bongkar Dugaan “Mahasiswa Gaib” di Kampus

Rabu, 29 April 2026 | 15:56

PLN Perkuat Posisi Indonesia sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Digital

Rabu, 29 April 2026 | 15:44

5 Kg Sabu Gagal Dikirim ke Solo dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 15:42

Kemenhaj Gerak Cepat Tangani Kecelakaan Bus Jemaah Haji di Madinah

Rabu, 29 April 2026 | 15:37

PT KAI Harus Perkuat Sistem Peringatan Dini untuk Cegah Kecelakaan

Rabu, 29 April 2026 | 15:27

Prabowo Tegaskan RI Negara Paling Aman: yang Mau Kabur, Kabur Aja!

Rabu, 29 April 2026 | 15:25

Selengkapnya