Berita

sutopo purwo nugroho/net

Data Sementara, Dampak Kerusakan Gempa Alor Capai Rp 49 M

MINGGU, 08 NOVEMBER 2015 | 14:55 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Dampak kerusakan akibat gempabumi berkekuatan 6,2 skala richter (SR) di Kabupaten Alor Provinsi Nusa Tenggara Timur pada 4 November 2015 lalu mencapai Rp 49,75 miliar.

Demikian diungkapkan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho kepada redaksi, Minggu (8/11).

"Data ini adalah data sementara dari kerusakan bangunan yang ada. Pendataan masih dilakukan," kata Sutopo.


Kerusakan akibat gempa itu meliputi: sarana jalan, jembatan, dan irigasi (Rp 40 M); sarana perumahan (Rp 4 M); sarana pendidikan (Rp 1,5 M); bangunan pemerintah dan perkantoran (Rp 3,5 M); dan fasilitas ibadah (Rp 750 juta).
e) B

Gempa ini juga mengakibatkan satu luka ringan dua orang luka berat atas nama Maritaing dan Subo. Dan sebanyak 884 rumah mengalami kerusakan. Selain itu ada 51 gedung sekolah, puskesmas, rumah ibadah dan perkantoran yang rusak.

Sutopo menjelaskan penanganan darurat dampak gempa Alor masih terus dilakukan hingga saat ini. Wilayah terdampak meliputi lima kecamatan dan 18 desa.

"Jarak antar desa berjauhan dan aksesibilitas juga tidak mudah. Beberapa ruas jalan tertutup longsor. Alat berat dan personil TNI dikerahkan membuka jalan," ungkapnya.

Ia menambahkan upaya penanganan darurat terus dilakukan. Tim Reaksi Cepat BNPB mendampingi BPBD Alor dan berkoordinasi dengan BPBD Provinsi, TNI, Polri dan unsur lainnya.

"Kepala BNPB (Willem Rampangilei) telah menyerahkan dana siap pakai Rp 250 juta untuk operasional darurat kepada BPBD Alor. BPBD Alor dan Polres Alor sudah melakukan pendistribusian kebutuhan logistik ke daerah yang terdampak. Kebutuhan mendesak saat ini adalah makanan, air bersih, pelayanan kesehatan, bahan bangunan, MCK, susu, obat-obatan, dan kebutuhan dasar lainnya," demikian Sutopo. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Di Simpang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 06:10

Kisah Karim dan Edoh: Tukang Bubur Naik Haji Asal Tasikmalaya

Jumat, 24 April 2026 | 06:01

Gurita Keluarga Mas’ud Menguasai Kaltim

Jumat, 24 April 2026 | 05:33

Pramono Bidik Kerja Sama TOD dengan Shenzhen Metro

Jumat, 24 April 2026 | 05:14

Calon Jemaah Haji Asal Lahat Batal Terbang Gegara Hamil

Jumat, 24 April 2026 | 05:11

BEM KSI Serukan Perdamaian Dunia di Paskah Nasional 2025

Jumat, 24 April 2026 | 04:22

JK Tak Mudah Hadapi Jokowi

Jumat, 24 April 2026 | 04:10

Robig Penembak Gama Ketahuan Edarkan Narkoba di Lapas Semarang

Jumat, 24 April 2026 | 04:06

Ray Rangkuti Tafsirkan Pasal 8 UUD 1945 terkait Seruan Makar Saiful Mujani

Jumat, 24 April 2026 | 03:33

Setelah Asep Kuswanto Tersangka

Jumat, 24 April 2026 | 03:24

Selengkapnya