Berita

Grace Natalie/net

Politik

PSI Optimis Jadi 'Kuda Hitam' Di Pemilu 2019

MINGGU, 08 NOVEMBER 2015 | 12:28 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) saat ini tengah sibuk mengupayakan agar lolos menjadi peserta di Pemilu 2019. Partai baru ini optimis akan langsung muncul sebagai salah satu 'kuda hitam' di pentas politik nasional.

"Tentu siap (menjadi kuda hitam). Kalau partai lain didirikan untuk mendukung tokoh, kami tidak demikian. Artinya, kami tidak membatasi diri dengan mengandalkan faktor ketokohan, melainkan kebersamaan," kata Ketua Umum PSI Grace Natalie saat menghadiri Kopi Darat dengan pengurus PSI dari 33 kabupaten/kota se-Sumatera Utara di Hotel Garuda Citra, Jalan Sisingamangaraja, Kota Medan, Sabtu (7/11).

Bukti PSI tidak megutamakan ketokohan menurut Grade yakni model rekrutmen dan pembentukan kepengurusan yang mengutamakan kalangan muda.


"Kami bukan job seeker, kami bukan orang yang mencari kerja dengan mendirikan partai, kami profesional, dan kami dipersatukan oleh keragaman. Makanya kami pilih solidaritas, dan itu semangat kami. Kami tidak mempersoalkan orang ketika ia ingin berkontribusi, jawa atau luar jawa, muslim atau tidak. Yang penting ada perubahan," terangnya.

Grace menambahkan, ikhwal terbentuknya PSI berawal dari rasa frustasi anak-anak muda atas kondisi politik di Indonesia. Dimana, semakin banyak politisi yang malah mengkhianati kepercayaan rakyat dengan melakukan perbuatan-perbuatan koruptif.

"Kami percaya anak-anak muda apathis, ya kami rasa frustasi terhadap kondisi politik hari ini. Dimana orang-orang yang kami percaya di wakil rakyat justru menghianati kepercayaan rakyat dengan makin banyaknya kasus-kasus korupsi," ujarnya.

Data saat ini, PSI telah berdiri di 34 provinsi, 514 kabupaten kota, dan 50 persen kecamatan se Indonesia. "Dan kami ingin lebih jauh dari itu, yakni, penuhi 100 persen di semua kecamatan," tukas Grace seperti dilansir dari MedanBagus.com. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Di Simpang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 06:10

Kisah Karim dan Edoh: Tukang Bubur Naik Haji Asal Tasikmalaya

Jumat, 24 April 2026 | 06:01

Gurita Keluarga Mas’ud Menguasai Kaltim

Jumat, 24 April 2026 | 05:33

Pramono Bidik Kerja Sama TOD dengan Shenzhen Metro

Jumat, 24 April 2026 | 05:14

Calon Jemaah Haji Asal Lahat Batal Terbang Gegara Hamil

Jumat, 24 April 2026 | 05:11

BEM KSI Serukan Perdamaian Dunia di Paskah Nasional 2025

Jumat, 24 April 2026 | 04:22

JK Tak Mudah Hadapi Jokowi

Jumat, 24 April 2026 | 04:10

Robig Penembak Gama Ketahuan Edarkan Narkoba di Lapas Semarang

Jumat, 24 April 2026 | 04:06

Ray Rangkuti Tafsirkan Pasal 8 UUD 1945 terkait Seruan Makar Saiful Mujani

Jumat, 24 April 2026 | 03:33

Setelah Asep Kuswanto Tersangka

Jumat, 24 April 2026 | 03:24

Selengkapnya