Berita

foto:humas mpr

Zulkifli Hasan: Saya Dulu Orang Susah Tapi Mau Terus Belajar

SABTU, 07 NOVEMBER 2015 | 11:52 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Indonesia memang kaya, tapi itu tidak menjamin akan maju. Terbukti, hingga kini Indonesia belum bisa mengejar ketertinggalannya dari negara-negara  lain di dunia. Bahkan di kawasan ASEAN, Indonesia masih tertinggal dibanding Malaysia dan Singapura.

RMOL. Indonesia tidak boleh hanya mengandalkan kekayaan alam untuk kemajuan bangsa. Pembangunan dan kemajuan bangsa hanya akan diperoleh jika warga negara Indonesia menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.  

Pernyataan itu disampaikan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan saat memberikan sambutan dalam rangka Tasakuran  HUT ke 47 Surat Kabar Harian Lampung Ekspress Pos di Perguruan Tinggi Teknokrat Bandar Lampung, hari ini (Sabtu. 7/11).


Turut hadir pada acara tersebut yakni Gubernur Lampung yang diwakili staf ahli bidang pembangunan Fahrizal, Walikota Bandar Lampung yang  diwakili Sekda Drs. Badritaman, Bupati Mesuji H. Khamami, Bupati Tulang Bawang diwakili asisten Dua  Abdul Sani, dan Bupati Pringsewu, Sujadi. Juga Wakil Ketua DPRD Metro Nur Ida, Kepala kejaksaan tinggi Lampung diwakili kasipenhum humas Yadi Rahmat,  Rektor Tehnokrat HM. Nasrullah Yusuf serta civitas akademika Tehnokrat.

Zulkifli menjelaskan, banyak negara yang tidak memiliki sumber daya alam, namun mengalami kemajuan sangat pesat. Ia mencontohkan Jepang, Singapura dan berbagai negara Eropa.

"Karena itu, bagi para mahasiswa yang orangtuanya kaya dan memberi banyak warisan jangan sampai berpuas diri. Carilah ilmu agar warisan orangtua itu bisa bertambah dan semakin banyak, bukan malah habis dikonsumsi," kata Zulkifli menambahkan.

Zulkifli mengingatkan, banyak tokoh Indonesia yang maju meski berasal dari keluarga sederhana. Namun karena kegigihan dan keuletannya dalam belajar serta berusaha akhirnya mereka bisa menduduki posisi strategis.

"Saya dulu orang susah, pedagang barang kelontong namun karena terus belajar dan berusaha maka Allah memberikan keberhasilan seperti sekarang ini," kata Zulkifli menambahkan.[wid]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya