Berita

gigih guntoro/net

Politik

Bertemu Obama Diatur Makelar Bukti Rezim Jokowi Tidak Becus Kelola Negara

JUMAT, 06 NOVEMBER 2015 | 22:55 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Publik menyesalkan adanya peran konsultan Singapura di balik pertemuan Presiden RI Joko Widodo dengan Presiden AS Barack Husein Obama.

‎"Salah besar dan fatal  pengelolaan hubungan diplomatik disandarkan pada konsultan‎," ujar Direktur Indonesia Club Gigih Guntoro kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu (Jumat, 6/11).

Gigih mempertanyakan kenapa pertemuan Jokowi dengan Obama di Gedung Putih beberapa waktu lalu diatur konsultan.


"Hubungan diplomatik dua negara sejajar apalagi hubungan Indonesia Amerika sudah (terjalin) lama, seharusnya tidak memakai jasa konsultan," imbuh Gigih.

Jika kabar pertemuan Jokowi dan Obama difasilitasi perusahaan konsultan Singapura benar, Gigih menganggap hal ini menjadi bukti buruknya pengelolaan Negara.

"Ini memperlihatkan pemerintahan Jokowi tidak mememiliki kapabilitas mengelola negara," tukasnya.

Kabar pertemuan Jokowi dan Obama diatur 'makelar' diungkap akademisi dari Australia National University (ANU), Dr. Michael Buehler.‎ Menurut dia, pertemuan tersebut diatur oleh konsultan Singapura Pereira International PTE LTD dan konsultan PR di Las Vegas, R&R Partners, Inc.

Pihak Pereira Internasional menurut Buehler, membayar 80 ribu dolar AS kepada perusahaan R&R Partners, Inc. (Baca: Pertemuan Jokowi dan Obama Diatur Konsultan Singapura?).[dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Pelaku Kekerasan Seksual di Gili Trawangan Dibekuk di Bali

Rabu, 29 April 2026 | 16:19

Tak Terlantar Lagi, Keluarga Pasien RSUD Banggai Laut Bisa Pakai Rumah Singgah

Rabu, 29 April 2026 | 16:10

KPK Ungkap Ada yang Ngaku-ngaku Bisa Atur Kasus Bea Cukai

Rabu, 29 April 2026 | 16:09

Update Laka KA di Bekasi Timur: 15 Meninggal, 91 Luka-luka

Rabu, 29 April 2026 | 16:05

Anggota DPRD Jabar Bongkar Dugaan “Mahasiswa Gaib” di Kampus

Rabu, 29 April 2026 | 15:56

PLN Perkuat Posisi Indonesia sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Digital

Rabu, 29 April 2026 | 15:44

5 Kg Sabu Gagal Dikirim ke Solo dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 15:42

Kemenhaj Gerak Cepat Tangani Kecelakaan Bus Jemaah Haji di Madinah

Rabu, 29 April 2026 | 15:37

PT KAI Harus Perkuat Sistem Peringatan Dini untuk Cegah Kecelakaan

Rabu, 29 April 2026 | 15:27

Prabowo Tegaskan RI Negara Paling Aman: yang Mau Kabur, Kabur Aja!

Rabu, 29 April 2026 | 15:25

Selengkapnya