Presiden Jokowi punya alasan untuk mengocok ulang komposisi Kabinet Kerja. Menurut pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Agung Supriyo, setidaknya ada empat hal yang mendorong kabinet harus direshuffle.
Empat hal tersebut adalah kebakaran hutan dan asap, 'kecelakaan hukum' Jaksa Agung dalam kasus Bansos Gatot Pujo Nugroho, ketidaksukaan PDIP terhadap Menteri BUMN Rini Soemarno dan bergabungnya Partai Amanat Nasional (PAN) ke barisan pendukung pemerintah.
"Secara politis hanya empat hal itu yang bisa dijadikan alasan reshuffle," kata Agung di Jakarta, Kamis (5/11).
Soal kebakaran hutan dan asap lanjutnya, dipicu oleh kesalahan pemerintah dalam memaknai Elnino sehingga menimbulkan kerugian harta benda dan nyawa rakyat Indonesia.
"Sedangkan alasan kedua terkait dengan hukum, terjadinya dugaan menerima suap yang dilakukan oleh (mantan) kader NasDem Patrice Rio Capella. Walau Jaksa Agung yang juga berasal dari Partai NasDem hingga kini belum terbukti tersangkut kasus tersebut, tapi ini dengan sendirinya menjadi beban Kabinet Kerja," kata Agung.
Faktor keempat pendorong reshuffle karena bergabungnya PAN dalam koalisi pendukung pemerintah.
"PAN pasti tidak akan mau bergabung dengan koalisi pendukung Jokowi-JK kalau tidak diberi jatah di kabinet. Pasti ada deal politik," pungkas Agung Supriyo seperti dilansir
JPNN.