Berita

Sya'roni/net

Diuji Nyali Komjen Anang Usut RJ Lino

RABU, 04 NOVEMBER 2015 | 15:47 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pihak kepolisian kembali menjadwalkan panggilan untuk Direktur Utama Pelindo II, R.J Lino. Jika panggilan kedua kembali mangkir, polisi tidak akan segan-segan menjemput paksa RJ Lino.‎ 

‎"Setelah ditunggu-tunggu, akhirnya Kabareskrim Komjen Anang Iskandar memenuhi janjinya untuk menindaklanjuti kasus korupsi pengadaan crane di Pelindo II. I‎tu artinya, Komjen Anang Iskandar memiliki nyali untuk menghadapi RJ Lino yang di berbagai media sering mengatakan didukung banyak pihak," ujar Sekretaris Jenderal Himpunan Masyarakat Untuk Kemanusiaan dan Keadilan (Humanika), Sya'roni, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (4/11).‎

Kasus Pelindo II, kata dia, terbilang menantang karena sudah memakan korban dengan dicopotnya Komjen Budi Waseso dari posisi Kabareskrim sesaat setelah menggeledah ruang kerja RJ Lino. Dengan bangganya RJ Lino pernah mengatakan bahwa bukan dirinya yang dicopot dari posisi Dirut Pelindo II, tapi "polisi" itu yang dirotasi ke tempat lain.

‎Namun demikian Sya'roni mengingatkan semangat untuk membongkar kasus Pelindo II harus diikuti dengan mematuhi aturan-aturan hukum yang berlaku sehingga tidak ada sela bagi pihak RJ Lino untuk menyalahkan penyidik. Hal ini penting sebab p‎anggilan pertama Bareskrim diacuhkan oleh RJ Lino, bahkan dia balik menyalahkan Bareskrim yang dianggap melanggar peraturan soal pemanggilan.

‎"Kepolisian sangat berkepentingan membongkar kasus ini hingga tuntas. Karena dalam runtutan peristiwanya, baru pertama ini seorang Dirut BUMN mampu menyebabkan berubahnya tatanan di kepolisian. Padahal selama ini yang mampu melakukan itu hanya presiden," demikian Sya'roni.[dem]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Transformasi Besar-besaran Prabowo Bikin Banyak Orang Kaget

Minggu, 21 Juni 2026 | 14:14

Wapres AS Tiba di Swiss untuk Perundingan Damai dengan Iran

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:50

KPK Ungkap Modus Pinjam Bendera di Proyek Gedung Pemkab Lamongan

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:19

Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-65 untuk Jokowi Lewat Instagram

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:05

Tidak Kena Pajak Daerah, Lapangan Golf Senayan Ottolima Layak Dievaluasi

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:04

Pemerintah Sambut Kritik Mahasiswa sebagai Penyempurna Kebijakan

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:00

Nanik S. Deyang Dituntut Audit Total BGN dan Program MBG

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:32

Pemerintah Harus Siapkan Solusi Jangka Panjang Usai Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:24

KPK-Pemprov DKI Sebarkan Pesan Antikorupsi Lewat Halte Setiabudi Integritas

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:22

Seskab dan Kepala BNN Diskusikan Ancaman Peredaran Narkoba Lewat Vape

Minggu, 21 Juni 2026 | 11:59

Selengkapnya