Berita

foto:net

Politik

Hasil Kongkalikong, APBN 2016 Harus Direvisi

SELASA, 03 NOVEMBER 2015 | 23:52 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pengesahan APBN 2016 dinilai penuh kongkalikong. Perdebatan alot dalam pembahasan RAPBN 2016 hanyalah skenario untuk mengelabuhi publik, seolah-olah pemerintah dan DPR â€Žterlibat pertentangan hebat.

"Padahal yang terjadi adalah sebuah desain kongkalikong untuk saling menyetujui dalam meloloskan ambisi masing-masing. â€Ž Pemerintah berambisi memangkas subsidi untuk rakyat, sementara DPR berambisi membangun gedung baru," ujar Ketua Presidium ‎Pergerakan Aktivis Untuk Reformasi dan Demokrasi (Prodem)‎, Andrianto, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (3/11).

‎Bukti kongkalikong, sebut Andrianto, subsidi energi dalam APBN 2016 dipangkas hingga 14 persen dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 138 triliun menjadi Rp 121 triliun.‎ Akibatnya, PLN berencana menghapus pelanggan listrik bersubsidi hingga 23 juta pelanggan. ‎


Namun untuk DPR, kata Andrianto, pemerintah malah "menghadiahi" anggaran pembangunan gedung baru sebesar Rp 700 miliar.‎

"Janji pemerintah mengalokasikan subsidi energi untuk pembangunan infrastruktur juga tidak terealisasi. Anggaran untuk infrastruktur hanya Rp 313 triliun atau hanya naik 8 persen dibandingkan anggaran tahun lalu. Janji pemerintah untuk menaikkan anggaran infrastruktur dalam jumlah besar terbukti hanya bohong belaka," imbuh Andrianto.

‎Untuk itu Andrianto menyatakan Prodem menolak APBN 2016 dan mendesak dilakukan revisi‎, sehingga keuangan Negara benar-benar dialokasikan untuk rakyat kecil.

‎"Perlu dana yang lebih besar untuk program kerakyatan," tukas Andrianto.[dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Pelaku Kekerasan Seksual di Gili Trawangan Dibekuk di Bali

Rabu, 29 April 2026 | 16:19

Tak Terlantar Lagi, Keluarga Pasien RSUD Banggai Laut Bisa Pakai Rumah Singgah

Rabu, 29 April 2026 | 16:10

KPK Ungkap Ada yang Ngaku-ngaku Bisa Atur Kasus Bea Cukai

Rabu, 29 April 2026 | 16:09

Update Laka KA di Bekasi Timur: 15 Meninggal, 91 Luka-luka

Rabu, 29 April 2026 | 16:05

Anggota DPRD Jabar Bongkar Dugaan “Mahasiswa Gaib” di Kampus

Rabu, 29 April 2026 | 15:56

PLN Perkuat Posisi Indonesia sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Digital

Rabu, 29 April 2026 | 15:44

5 Kg Sabu Gagal Dikirim ke Solo dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 15:42

Kemenhaj Gerak Cepat Tangani Kecelakaan Bus Jemaah Haji di Madinah

Rabu, 29 April 2026 | 15:37

PT KAI Harus Perkuat Sistem Peringatan Dini untuk Cegah Kecelakaan

Rabu, 29 April 2026 | 15:27

Prabowo Tegaskan RI Negara Paling Aman: yang Mau Kabur, Kabur Aja!

Rabu, 29 April 2026 | 15:25

Selengkapnya