Berita

Politik

SUBSIDI BUMN

Jokowi Pantas Copot Rini Soemarno

MINGGU, 01 NOVEMBER 2015 | 06:36 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Keputusan DPR menolak Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 39 triliun yang diajukan oleh Menteri BUMN Rini Soemarno untuk menyuntik sejumlah BUMN dalam APBN 2016 dinilai tepat.

‎"Logikanya, BUMN sebagai lembaga profit mestinya bisa mencari dana sendiri, bukan malah menggerogoti keuangan Negara," ujar Sekjen Himpunan Masyarakat Untuk Kemanusiaan dan Keadilan (Humanika), Sya'roni kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (1/11).

‎Para profesional yang diberi amanah memimpin BUMN, sebut Sya'roni, mestinya berpikir kreatif untuk mencari dana sendiri.‎ Bukan mengemis dana dari APBN.


"Mereka sudah digaji sangat tinggi bahkan banyak yang bergaji melebihi gaji presiden, seharusnya menunjukkan kinerja yang bagus sehingga bisa menarik investor untuk menanamkan modalnya,‎" imbuh Sya'roni.

‎Menurut Sya'roni, tugas BUMN adalah menyetor dividen kepada negara, bukan meminta subsidi.

‎"Yang berhak mendapatkan subsidi adalah rakyat miskin. S‎angat tidak pantas Menteri BUMN mengajukan "dana subsidi" untuk BUMN sementara subsidi untuk rakyat miskin dikurangi," papar Sya'roni.

Sya'roni mencontohkan bagaimana pemerintah mengurangi subsidi energi. Bila tahun ini masih dianggarkan Rp 138 triliun, tahun depan subsidi energi dipangkas menjadi Rp 121 triliun atau turun sebesar 14%.

‎"Agar PMN tidak menjadi polemik kembali di kemudian hari, sudah saatnya Presiden Jokowi mempertimbangkan untuk memecat Rini Soemarno dari jabatannya sebagai Menteri BUMN. ‎Presiden Jokowi bisa mengganti Rini Soemarno dengan figur yang lebih profesional dan yang tidak memiliki hobby meminta "subsidi" kepada negara," demikian kata Sya'roni.‎[dem]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

AS Gempur ISIS di Suriah

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:14

Aksi Kemanusiaan PDIP di Sumatera Turunkan Tim Kesehatan Hingga Ambulans

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:10

Statistik Kebahagiaan di Jiwa yang Rapuh

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:52

AS Perintahkan Warganya Segera Tinggalkan Venezuela

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:01

Iran Ancam Balas Serangan AS di Tengah Gelombang Protes

Minggu, 11 Januari 2026 | 16:37

Turki Siap Dukung Proyek 3 Juta Rumah dan Pengembangan IKN

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:53

Rakernas PDIP Harus Berhitung Ancaman Baru di Jawa Tengah

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:22

Rossan Roeslani dan Ferry Juliantono Terpilih Jadi Pimpinan MES

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:15

Pertamina Pasok BBM dan LPG Gratis untuk Bantu Korban Banjir Sumatera

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:50

Pesan Megawati untuk Gen Z Tekankan Jaga Alam

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:39

Selengkapnya