Berita

foto:dok pmkri

Dunia

Ketua Forkoma PMKRI: Indonesia harus Ikut Bantu Pengungsi di Eropa

SABTU, 31 OKTOBER 2015 | 09:36 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Di hari terakhir konferensi internasional Perayaan 50 tahun Dokumen Independen Nostra Aetate di kampus Universitas Gregoriana, Roma, Italia pada Rabu (28/10), Ketua Forum Komunikasi Alumni Perhimpunan Mahasiswa Katolik Indonesia (Forkoma PMKRI), Hermawi Franziskus Taslim menyempatkan diri berkunjung ke salah satu  pastoran saat hari terakhir di negeri Pizza tersebut. Ternyata, komunitas ini menampung banyak pengungsi dari berbagai negara termasuk asal Timur Tengah.
 
Dengan ditemani wartawan senior AM Putut Prabantoro serta dua orang pastor muda yang sedang studi di Roma, yakni Pastor Nicolas kristanto, SJ (mahasiswa pasca sarjana Instituto Biblico, Roma) serta Pastor Indro Pandego, Pr (mahasiswa Paska Sarjana Universitas Urbaniana, Roma), Taslim diterima oleh Sr. Olivieta dari Ordo Misionary of Charity (MC) yang merupakan pengikut Muder Teresa dari Kalkuta. 

Kepada  rombongan, Suster Olivieta menjelaskan bahwa dalalm memberikan pelayanan kemanusiaan, MC tidak pernah membeda-bedakan orang atas dasar apapun, entah itu agama, suku, ras ataupun warna kulit.


Menurut Suster Oliveta, pada hakekatnya kemanusiaan itu bersifat universal dan tidak boleh ada diskriminasi dalam bentuk apapun dan sekecil apapun.

Suster yang berasal dari India ini sesuai tugas dari Ordo  Misionary of Charity (MC) berusaha sedapat mungkin bekerja secara diam-diam tanpa publikasi. Hal ini sesuai dengan pendiri ordonya yakni Bunda Teresa dari Kalkuta, India. Komitmen atas pelayanan ataupun kerja keras merupakan tindakan yang tidak boleh tersilaukan oleh pujian.

"Siapapun kita, jika melayani dan membantu orang harus tulus dan jujur pada diri sendiri. Dan yang lebih penting adalah, kondisi musim dingin seperti ini ketulusan pelayanan dan uluran tangan kita semua bagi pengungsi sangat penting," ujarnya.

Pastor Nikolas menerangkan bahwa apa yang dilakukan para suster dan paroki di Italia merupakan respon dari perintah Paus Fransiskus yang meminta seluruh gereja Katolik di Eropa menerima dan menampung pengungsi sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Sehingga, kekuatan untuk menampung pengungsi antara satu gereja dan gereja lainnya tidaklah sama.

Sementara itu, Pastor Indro Pandego Pr yang berasal dari Keukuspan Lampung menambahkan, Paus Fransiskus telah memberi teladan kepada para pastor muda untuk benar-benar menjunjung tinggi nilai kemanusiaan tanpa menggunakan nilai diskriminasi. Meskipun tanpa koordinasi, seluruh gereja di Italia, langsung menjawab instruksi Paus Fransiskus.

"Saya tidak tahu, gereja Katolik di negara lain dalam wilayah Eropa. Hanya saja, saya kira itu tidak berbeda dengan keadaan yang ada di Italia," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Taslim yang datang dengan membawa sejumlah bantuan berupa makanan dan susu, mengatakan bahwa bangsa Indonesia sebaiknya juga membantu pengungsi Timur Tengah  sekalipun di Tanah Air juga terdapat sejumlah permasalahan sosial. Namun hal tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti berbagi dengan sesama.

"Dalam keadaan bagaimana pun,  pasti ada sesuatu yang bisa dibagikan terhadap sesama. Maka jangan pernah berhenti untuk berbagi", ujar Taslim mengutip pesan yang pernah disampaikan oleh mantan Presiden ke-4 RI, Almarhum K.H. Abdulrahman Wahid (Gus Dur) kepadanya.

Sebenarnya yang mendapat pesan itu tidak hanya saya. Gus Dur yang memimpin Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) juga memberi pesan kepada sahabatnya Gregorius Alex Plate (Lexi) dan beberapa sahabat yang lain. Pesan itu bagi kami yang Katolik sangat mengena dan  menjadi nilai tersendiri yang harus diperhatikan,” ujar Taslim, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Advokasi Hukum (BAHU) DPP Partai Nasdem.

Menurut Taslim, hanya dengan saling berbagi akan semakin mendekatkan diri kepada semangat solidaritas global menuju kesejahteraan umat manusia.[wid]





 

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Pelaku Kekerasan Seksual di Gili Trawangan Dibekuk di Bali

Rabu, 29 April 2026 | 16:19

Tak Terlantar Lagi, Keluarga Pasien RSUD Banggai Laut Bisa Pakai Rumah Singgah

Rabu, 29 April 2026 | 16:10

KPK Ungkap Ada yang Ngaku-ngaku Bisa Atur Kasus Bea Cukai

Rabu, 29 April 2026 | 16:09

Update Laka KA di Bekasi Timur: 15 Meninggal, 91 Luka-luka

Rabu, 29 April 2026 | 16:05

Anggota DPRD Jabar Bongkar Dugaan “Mahasiswa Gaib” di Kampus

Rabu, 29 April 2026 | 15:56

PLN Perkuat Posisi Indonesia sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Digital

Rabu, 29 April 2026 | 15:44

5 Kg Sabu Gagal Dikirim ke Solo dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 15:42

Kemenhaj Gerak Cepat Tangani Kecelakaan Bus Jemaah Haji di Madinah

Rabu, 29 April 2026 | 15:37

PT KAI Harus Perkuat Sistem Peringatan Dini untuk Cegah Kecelakaan

Rabu, 29 April 2026 | 15:27

Prabowo Tegaskan RI Negara Paling Aman: yang Mau Kabur, Kabur Aja!

Rabu, 29 April 2026 | 15:25

Selengkapnya