Berita

foto:rmol

Bisnis

Teknologi Antisadap Buatan Dalam Negeri Diperkenalkan

JUMAT, 30 OKTOBER 2015 | 15:53 WIB | LAPORAN:

Satu-satunya cara untuk mencegah dan menangkal penyadapan yang bisa menjebol pertahanan negara dengan teknologi enkripsi.

"Teknologi enskripsi satu-satunya cara berlindung dari penyadapan. Itulah teknologi antisadap paling canggih saat ini," kata President Director PT Indoguardika Cipta Kreasi Agung S Bakti saat diskusi "teknologi antisadap" di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (30/10)

Agung pun menjabarkan, teknologi enkripsi memproses informasi dan komunikasi dengan algoritma tertentu. Data yang sudah diacak hanya bisa dibaca pihak yang dituju yang mempunyai kuncinya.


Menurut Agung, kasus penyadapan bukan hal baru di Indonesia dan sering terjadi. Tidak hanya pejabat publik, penyadapan juga terjadi pada pengusaha dan warga Indonesia. Salah satu yang paling menghebohkan adalah penyadapan Australia terhadap Presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono pada 2014.

Selain di Indonesia, penyadapan juga menjadi perbincangan dunia. Misalnya, yang dibeberkan dokumen Wikileaks bahwa puluhan kepala negara telah menjadi korban penyadapan. Bahkan, akhir-akhir ini email Direktur CIA berhasil diretas oleh seorang pelajar SMA di Amerika Serikat.

Atas dasar fakta tersebut, Agung akui memang semua bentuk komunikasi yang ditransmisikan baik lewat kabel, internet, gelombang radio bahkan satelit bisa disadap. Namun, tambah Agung, dengan teknologi enkripsi maka data atau komunikasi tidak bisa dibaca oleh si penyadap.

Data yang dienkripsi akan terlindungi dalam jutaan atau miliaran kode-kode acak yang sangat sulit dipecahkan.

Menurut Agung, untuk meminimalisir dan menjaga informasi sensitif dari sadapan asing dan pihak yang tak bertanggung jawab, maka teknologi enkripsi buatan dalam negeri diperlukan. Dan, PT ICK hadir untuk memenuhi kebutuhan pertahanan bidang IT security ini.

"Ini pertama di Indonesia," kata Agung, mengklaim.

Dia menegaskan, selama ini alat antisadap hanya diproduksi negara-negara barat. Karenanya, kata dia, dengan enkripsi yang diproduksi Indonesia ini diharapkan negara bisa berdaulat dan tidak bergantung produk keamanan asing.

"Kalau pakai produk luar kami tidak bisa garansi apakah itu aman. Kalau buat dalam negeri ya aman," tegas Agung

Agung pun menjelaskan Amerika Serikat dalam UU Federal menyatakan bahwa sebagus apapun produk enkripsi harus bisa dibuka NSA.

"Jadi kalau memberi alat keamanan dari AS, berarti harus bisa dibuka oleh NSA," urai Agung

Untuk diketahui, ICK ditunjuk Kementerian Pertahanan memamerkan produk teknologi antisadap Indonesia ini dalam "Defence and Security Bangkok 2015".  ICK ditunjuk bersama 11 perusahaan industri pertahanan nasional lainnya, ICK akan mewakili paviliun Indonesia dalam pameran pertahanan internasional ini.

"Ini sebagai bukti dukungan pemerintah, khususnya kemenhan terhadap pengembangan produk teknologi enkripsi antisadap dalam negeri," tandas Agung.[wid]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

UPDATE

Tinjau Situs Bersejarah

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:59

KPK Harus Berani Ungkap 'Borok' Sejumlah Forwarder di Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:40

Kalkulasi Strategis Akuisisi Rudal BrahMos

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:27

Gabungan Aliansi BEM Nasional Tolak Penunggangan Gerakan Mahasiswa

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:57

Siapa Sebenarnya Pengkhianat?

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:40

Perlindungan Warga Sipil Papua Harus Berbasis Riset dan Demokrasi

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:20

Ini Pesan Panglima TNI kepada 1.737 Perwira Remaja yang Baru Dilantik

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:58

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Berikut Usulan Perpemindo ke KSP soal Penempatan PMI

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:01

Jembatan Pemikiran Frans Seda

Jumat, 26 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya