Berita

Adhie M Massardi/net

Politik

Adhie Massardi: Ada Yang Bela Negara Ada Juga Yang Jual Negara

MINGGU, 18 OKTOBER 2015 | 15:22 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

. Mantan Jurubicara Presiden era Gus Dur, Adhie Masardi menyayangkan keadaan pemerintahan yang dipimpin Presiden Joko Widodo setahun belakangan ini dinilai tidak kompak.

Pasalnya, ada menteri yang berniat bela negara tetapi ada pula yang menginginkan menjual negara.

"Ada dua hal yang bertentangan dalam pemerintahan, ada yang mau bela negara tapi ada juga yang mau jual negara," sebut Adhie dalam diskusi Forum Senator untuk Rakyat (FSuR) dengan tema 'Setahun Jokowi-JK, Indonesia Sudah Sampai Mana?' di Restoran Dua Nyonya, Cikini, Jakarta Pusat (Minggu, 18/10).


Namun, Adhie melanjutkan dalam wacana reshuffle kabinet jilid II nanti mudah-mudahan ada harapan baru terlebih dengan ditetapkannya kebijakan Menteri Pertahanan Ryamizad Ryacudu dalam program bela negara.

"Reshuffle kedua memberi harapan baru ada kesadaran bela negara. Makanya Menhan mau menyadarkan rakyat bahwa negara kita dalam bahaya dan harus bela begara. Dan ancaman Menhan itu ancaman buat Kementerian ESDM," tambahnya.

Oleh sebab itu, Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) ini menilai Presiden Jokowi harus memiliki kesadaran sikap dalam menetapkan para tim kerjanya. Pejabat yang tidak menunjukkan kinerjanya lebih baik segera diganti.

"Menurut saya kenyataan seperti pergantian pemain harus disadari kapan saja. Kalau pejabat negara tidak perform ya harus ditarik enggak usah nunggu musiman," tandas Adhie. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya