Berita

GMKI Minta Peristiwa Singkil Tak Terulang

SABTU, 17 OKTOBER 2015 | 20:44 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

‎ Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GMKI) menyayangkan terjadinya praktik kekerasan dan politisasi atas nama agama di Aceh Singkil baru-baru ini.‎ Ketua Umum GAMKI Michael Wattimena berharap peristiwa serupa tidak kembali terulang.

"Kami menyampaikan duka cita atas tragedi yang mengakibatkan jatuhnya korban. Kami juga mengajak masyarakat agar tidak melakukan ataupun terpengaruh oleh segala bentuk provokasi yang berpotensi memperkeruh suasana," kata dia dalam keterangannya, Sabtu (17/10).

‎Wakil Ketua Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat ini menyerukan aksi kekerasan dan politisasi atas nama agama untuk segera dihentikan.

‎"Bentuk kekerasan apapun tidak harus terjadi, karena akan merugikan kita semua, apalagi konflik horizontal," jelas politisi asal dapil Papua Barat ini.

‎Michael berharap kepada pemerintah pusat, Aceh, TNI dan Polri untuk memberikan perhatian serius terutama memastikan kepulangan pengungsi secara baik. Di sisi, lain menjamin keamanan dalam rangka pemulihan kehidupan masyarakat di Kecamatan Gunung Meriah dan Aceh Singkil seperti sedia kala.

‎"Kita mendorong dan mendukung upaya pemerintah dan aparat keamanan untuk bekerja maksimal dalam menangani korban serta melakukan proses hukum yang adil dan tegas terhadap seluruh pihak yang bersalah yang berakibat pada terjadinya tragedi tersebut," kata Michael Wattimena.

‎Mengenai bentuk kepeduliannya berbagai kegiatan telah dilakukan DPP GAMKI, seperti yang dilaksanakan aksi tanda tangan dan bagi-bagi bunga. Tak lupa GMKI juga memberikan sumbangan bagi masyarakat di Aceh Singkil sebesar Rp10 juta.

‎"Aksi ini adalah dalam rangka untuk membangun keharmonisan diantara sesama," jelasnya. [dem]‎

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Ini Lima Kebutuhan Dasar yang Jadi Tantangan Jakarta Versi Fahira Idris

Minggu, 21 Juni 2026 | 04:21

Dari Modal Rp300 Ribu, IDEacraft Tembus Pasar Jateng Berkat Pemberdayaan BRI

Minggu, 21 Juni 2026 | 04:09

Islam, Sosialisme, dan Keindonesiaan: Jalan Perjuangan Kader SEMMI

Minggu, 21 Juni 2026 | 04:05

Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Masih Bisa Dilawan

Minggu, 21 Juni 2026 | 03:41

Harga Pertamax Cs Diprediksi Turun pada Juli 2026

Minggu, 21 Juni 2026 | 03:10

Pemprov DKI Perkuat Infrastruktur Sambut HUT ke-499

Minggu, 21 Juni 2026 | 03:04

Belanda Buka Asa Lolos 32 Besar Usai Gulung Swedia 5-1

Minggu, 21 Juni 2026 | 02:28

Kemendikdasmen Ditagih soal Putusan MK terkait Sekolah Swasta Gratis

Minggu, 21 Juni 2026 | 02:06

Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa Untungkan Kubu Jokowi secara Opini

Minggu, 21 Juni 2026 | 02:01

Aliansi BEM Persatuan Indonesia Dukung MBG, Ini Syaratnya

Minggu, 21 Juni 2026 | 01:34

Selengkapnya