Berita

Afrian bondjol/net

Hukum

Ternyata Afrian Bondjol dan Temannya Minta Keterlibatan Gatot Pudjo dan OCK Diputus

JUMAT, 16 OKTOBER 2015 | 02:18 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Beberapa saat setelah terjadi operasi tangkap tangan oleh KPK pada 9 Juli 2015 di PTUN Medan, Kepala Biro Keuangan Pemprov Sumatera Utara, Ahmad Fuad Lubis ditemui oleh dua anak buah OC Kaligis.

Ahmad Fuad dimintai oleh kedua pelaku untuk memanipulasi aliran dana, garis koordinasi dan garis perintah terkait suap menyuap tersebut. Salah satu anak buah Kaligis yang meminta Ahmad Fuad bersikap demikian adalah Afrian Bondjol. Sementara yang satunya, Ahmad Fuad mengaku tidak kenal.

"Yang saya ingat, yang harus dipotong karena itu menyangkut antara Gubernur (Gatot Pujo Nugroho) dengan saya, supaya menyatakan bahwa dalam penyidikan tidak ada perintah (dari Gatot Pujo kepada saya)," kata Fuad Lubis yang dihadirkan sebagai saksi untuk OC Kaligis di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (15/10).

Saat dikonfirmasi oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengenai perintah memotong garis koordinasi antara OC Kaligis dengan M. Yagari Bhastara alias Gary, Fuad Lubis mengaku lupa atas hal tersebut.

"Saya tidak ingat, karena saya merasa tidak ada keterlibatan Pak," tuturnya.

Merasa kurang puas atas jawaban Fuad Lubis, Jaksa pada KPK lantas membacakan BAP Nomor 23 milik Fuad Lubis di hadapan Majelis Hakim.

"Pada saat itu disampaikan adanya garis perintah antara gubernur kepada saya dan saudara OCK (OC Kaligis) kepada Gary. Garis tersebut rencananya akan dipotong. Jadi perintah gubernur ke saya dihilangkan, jadi yang beri kuasa merupakan inisiatif saya sendiri setelah koordinasi dengan OCK," katanya.

"Kemudian potong perintah dari OCK kepada Gary. Sehingga Gary tidak seorang diri tanpa perintah dari OC Kaligis. Garis koordinasi maksudnya, diputus garis koordinasi antara Gary ke PTUN. Jadi hanya saudara Gary yang melakukan koordinasi ke PTUN. Soal dana, bahwa uang tuh bukan dari Evy Susanti sehingga tidak ada peran Evy di sana dan dibenarkan uang tersebut dari OC Kaligis. Pada saat itu disampaikan pengibaratan status OC Kaligis dn Evy Susanti dalam kondisi stadium empat, yang artinya mendekati kematian namun masih bisa diselamatkan."

"Dan saudara Gatot meminta agar saudara Evy Susanti diselamatkan sehingga muncul pemutusan aliran dana tersebut. Dalam penyampaian skenario tersebut kami berjalan dalam tol bandara turun di Tanjung Merawa kemudian kembali lagi ke Bandara. Sampai di Bandara dua pengacara dari jaringan OC Kaligis tersedia pulang. Betul?," tanya Jaksa yang langsung dibenarkan oleh Fuad Lubis.[dem]

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Rismon Dituding Bohong soal Ijazah Jokowi

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:04

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

UPDATE

Hindari Work From Home Jumat dan Senin

Kamis, 26 Maret 2026 | 02:13

Permainan Kubu Jokowi dalam Kasus Tuduhan Ijazah Palsu Makin Ngawur

Kamis, 26 Maret 2026 | 02:11

Prabowo Perintahkan Bahlil Cari Sumber Pendapatan Sektor Mineral

Kamis, 26 Maret 2026 | 01:37

RS Jiwa Dipenuhi Pecandu Game Online dan Judol

Kamis, 26 Maret 2026 | 01:14

Buntut Penangguhan Yaqut, Kasus Kuota Haji Bisa Berlarut-larut

Kamis, 26 Maret 2026 | 01:01

Tiket Taman Margasatwa Ragunan Tetap Dipatok Rp4 Ribu

Kamis, 26 Maret 2026 | 00:28

Prabowo Pacu Hilirisasi dan Ketahanan Energi

Kamis, 26 Maret 2026 | 00:19

Pelanggaran Personel BAIS TNI Tidak Berdiri Sendiri

Kamis, 26 Maret 2026 | 00:05

Satgas PRR Percepat Penyelesaian Hunian Tersisa

Rabu, 25 Maret 2026 | 23:25

MBG cuma 5 Hari Potensi Hemat Rp40 Triliun per Tahun

Rabu, 25 Maret 2026 | 23:22

Selengkapnya