Berita

OC Kaligis

Ahmad Fuad Lubis Beberkan Skema Pengamanan Gatot dan OCK

KAMIS, 15 OKTOBER 2015 | 22:09 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menghadirkan anak buah Gubernur Sumatera Utara nonaktif Gatot Pujo Nugroho, Ahmad Fuad Lubis dalam persidangan terdakwa Otto Cornleis Kaligis.

Dalam kesaksiannya, Kepala Biro Keuangan Pemprov Sumut itu mengaku diminta mengamankan Kaligis, Gatot bersama istrinya, Evy Susanti, pascaoperasi tangkap tangan yang dilakukan KPK terhadap M Yagari Bhastara Guntur alias Garry serta tiga hakim dan satu panitera PTUN Medan.

Dia menuturkan, setelah Garry bersama Ketua PTUN Medan Tripeni Irianto Putro, hakim Dermawan Ginting, hakim Amir Fauzi, dan panitera Syamsir Yusfan ditangkap KPK pada 9 Juli 2015 dirinya diminta bersama Gatot menemui dua advokat dari kantor pengacara OC Kaligis yang salah satunya diketahui Boy Afrian Bondjol, di Bandara Kualanamu, Medan.


Dalam pertemuan tersebut, kata Fuad Lubis, Afrian Bondjol mempresentasikan skema yang harus disampaikan kalau diperiksa KPK.

Afrian Bondjol membuat gambar skema di kertas yang menggambarkan proses penanganan perkara, kordinasi, dan aliran dana dalam proses perkara di PTUN hingga terjadi operasi tangkap tangan terhadap koleganya yakni, Garry.

"Maksudnya kalau kami diperiksa KPK menyampaikan sesuai skema," kata Fuad Lubis, usai bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (15/10).

Dalam skema tersebut, dirinya harus menutupi peran Gatot agar tidak merembet kepada Kaligis dan Evy.

"Dipotong antara saya dan gubernur supaya dinyatakan dalam penyidikan tidak ada perintah dari Pak Gubernur kepada saya mengenai PTUN," ungkap Fuad.

Fuad mengaku dalam pemeriksaan terhadapnya di KPK, instruksi yang diberikan sesuai skema tersebut tidak dijalaninya.

Dia lantas menggambar ulang skema yang didalamnya ada nama Evy, Gubernur, OCK, dan Garry dengan garis sambung dan terputus, hingga dijadikan alat bukti oleh jaksa penuntut umum.

"Saya menceritakan apa yang saya alami. Saya rasa saya menceritakan apa adanya," katanya. [zul]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya