Berita

pahruddin hasibuan

Aktivis Korban Penikaman Desak KPK Usut Kasus BDB Labusel

KAMIS, 15 OKTOBER 2015 | 17:13 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Seorang aktivis anti korupsi yang mengaku dari Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara, berunjuk rasa di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan (Kamis, 15/10).

Dalam aksinya, pria yang bernama Pahruddin Hasibuan ini melakukan aksi tutup mulut sambil bertelanjang dada. Sementara di dadanya terpampang secarik kertas bertuliskan: "Korban percobaan pembunuhan pembunuhan akibat melaporkan kasus korupsi".

"Kawan saya ini korban, bahkan hampir mati ditikam karena diduga kuat setelah melaporkan kasus korupsi," teriak seorang temannya, yang berorasi di sebelahnya.


"Lihat tuh," sambungnya sambil menunjuk bekas jahitan sepanjang 25 Cm pada bagian perut sebelah kanan Pahruddin. (Baca: Aktivis Antikorupsi Ditikam Bulan Lalu, Sampai Sekarang Pengusutannya Belum Jelas)

Dalam aksi tersebut, mereka memang mendesak KPK untuk menindaklanjuti dugaan korupsi Bantuan Dana Bawahan (BDB) di Labusel. Kasus tersebut sudah dilaporkan ke KPK pada 9 Juni 2014 lalu setelah Kepolisian setempat dinilai tak serius menggarapnya. "KPK juga sampai saat ini tidak menanganinya," tegas Pahruddin setelah membuka lakban di mulutnya.

Tak lama setelah berorasi, mereka lalu dipanggil bagian Penerimaan Laporan KPK. Kepada keduanya, pihak KPK berjanji akan mengambil alih kasus tersebut kalau tidak ditindaklanjuti Kepolisian.

"Kami akan melakukan supervisi," kata Ketua Forum Bela Rakyat Indonesia (FBRI) ini menirukan janji pegawai KPK tersebut usai pertemuan.

Selain ke KPK, pada Selasa (13/10) kemarin, Pahruddin juga melaporkan kasus penusukan yang ia alami ke Mabes Polri. Pasalnya, kasus penikaman pada 19 Agustus 2014 lalu tersebut sampai saat ini tidak jelas penangannya. [zul]

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Rismon Dituding Bohong soal Ijazah Jokowi

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:04

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

UPDATE

Hindari Work From Home Jumat dan Senin

Kamis, 26 Maret 2026 | 02:13

Permainan Kubu Jokowi dalam Kasus Tuduhan Ijazah Palsu Makin Ngawur

Kamis, 26 Maret 2026 | 02:11

Prabowo Perintahkan Bahlil Cari Sumber Pendapatan Sektor Mineral

Kamis, 26 Maret 2026 | 01:37

RS Jiwa Dipenuhi Pecandu Game Online dan Judol

Kamis, 26 Maret 2026 | 01:14

Buntut Penangguhan Yaqut, Kasus Kuota Haji Bisa Berlarut-larut

Kamis, 26 Maret 2026 | 01:01

Tiket Taman Margasatwa Ragunan Tetap Dipatok Rp4 Ribu

Kamis, 26 Maret 2026 | 00:28

Prabowo Pacu Hilirisasi dan Ketahanan Energi

Kamis, 26 Maret 2026 | 00:19

Pelanggaran Personel BAIS TNI Tidak Berdiri Sendiri

Kamis, 26 Maret 2026 | 00:05

Satgas PRR Percepat Penyelesaian Hunian Tersisa

Rabu, 25 Maret 2026 | 23:25

MBG cuma 5 Hari Potensi Hemat Rp40 Triliun per Tahun

Rabu, 25 Maret 2026 | 23:22

Selengkapnya