Berita

luhut pandjaitan

Luhut Pandjaitan: Program Bela Negara untuk Disiplinkan Anak Bangsa

KAMIS, 15 OKTOBER 2015 | 15:32 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan berharap program bela negara yang dicanangkan Menteri Pertahahan Ryamizard Ryacudu dapat mendisiplinkan anak-anak bangsa.

"Bela negara itu kita lakukan sebenarnya dalam rangka mendisiplinkan anak-anak muda kita. Karena harus membuat jadi disiplin.  Itu akan kita coba masukkan ke dalam program pendidikan di kurikulum SMA sampai ke atas," terang Luhut usai menghadiri pelantikan Deputi KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (15/10).

Disinggung mengenai anggran negara yang akan menanggung program tersebut, Luhut menekankan bahwa tidak akan membebankan anggaran negara. Terlebih program bela negara akan dilakukan secara bertahap.


"Dilakukan secara bertahap. Dan hemat saya tidak akan membebani, karena bagaimanapun, kita harus memulai apakah itu akan tercapai beberapa tahun ke depan. Saya kira kita lihat dari kemampuan anggaran belanja," tandasnya.

Sebelumnya, berdasarkan UUD 1945 dan UU Nomor 3 Tahun 2002 Kementerian Pertahanan yang dipimpin Ryamizard Ryacudu didapuk untuk mencanangkan  program bela negara. Rencananya program tersebut akan diluncurkan pada tanggal 19 Oktober 2015, oleh Presiden Joko Widodo.

Ryamizard mengtakan seluruh elemen warga negara Indonesia diwajibkan untuk mengikuti program tersebut. Nanti yang membedakan hanyalah proposi latihannya saja.

"Yang umurnya 50 tahun ke atas dan ke bawah itu akan disesuaikan saja proposi latihannya," kata dia di kantornya, Senin (12/10) lalu.

Mulai dari tukang ojek hingga rektor pun wajib ikut serta dalam bela negara. Bela negra juga nantinya akan masuk di kurikulum mulai TK hingga Perguruan Tinggi.

"Kalau tidak suka bela negara di sini, tidak cinta tanah air, ya angkat kaki saja dari sini. Kita bangkit dan hancur harus bersama. Dan akan ada kurikulum untuk bela negara, mulai TK hingga Perguruan Tinggi," tuturnya. [zul]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya